Ditulis oleh farida | Ditulis di gadget bayi | Ditulis tanggal 18 May 2008
Stroller merupakan alat bagi Anda untuk membawa si kecil keliling dunia. Bagaimana cara memilihnya?
Jaman sekarang, kereta dorong bayi atau stroller, sudah merupakan salah satu perlengkapan yang wajib dipunyai oleh pasangan muda. Di toko yang menjual berbagai perlengkapan bayi, Anda akan melihat 1001 jenis kereta dorong atau stroller. Bukan hanya variasi warnanya yang begitu beragam, tapi juga bentuk atau modelnya. Masing-masing menawarkan beberapa fitur berbeda dan harga yang barvariasi pula.
Tiga Kelompok
Namun, dari berjuta ragam stroller yang tersedia di pasaran, itu semua sesungguhnya dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni stroller biasa, stroller untuk anak kembar, dan yang kini mulai nge-trend adalah stroller untuk para jogger alias mereka yang biasa dan gemar membawa bayinya untuk ikut jogging.
1. Stroller Biasa
Kelompok ini mencakup semua jenis stroller yang memang dirancang dan difungsikan untuk membawa seorang bayi atau anak balita. Sebab, ada kelompok stroller lain yang memang dibuat khusus untuk membawa anak kembar. Stroller tunggal ini sendiri, bisa dikelompokkan lagi berdasarkan fungsinya:
- universal, yakni bisa digunakan sebagai kereta dorong biasa, dan bisa pula dilepas sehingga berfungsi sebagai car seat
- berpasangan dengan car seat. Stroller jenis ini dibuat sepasang dengan car seat yang sangat mirip, baik model maupun warnanya. Jadi, Anda dapat dengan leluasa memindahkan si kecil dari dalam car seat ke dalam stroller, atau sebaliknya. Kedua jenis ini, baik yang universal maupun yang berpasangan dengan car seat, cocok bagi Anda yang sering bepergian
- fungsi tunggal, yakni hanya berfungsi sebagai stroller saja, dan tidak dapat digunakan sebagai car seat
Sesuai dengan fungsinya, stroller ini ada 2 jenis, yakni:
- dudukan saling bersebelahan, khususnya untuk kembar 2
- dudukan berderet ke belakang, baik untuk kembar 2 maupun lebih
3. Stroller untuk Jogging
Stroller untuk membawa Si Kecil berolahraga (jogging) memiliki ciri khas rodanya berukuran lebih besar dan berbentuk mirip roda sepeda. Ciri khas lainnya adalah bentuknya lebih langsing atau lebih streamline dibandingkan stroller biasa, karena bentuk yang langsing ini memang dirancang untuk memperkecil terjadinya gesekan udara pada saat digunakan.
Cara Memilih
Untuk mengurangi rasa bingung Anda, kami berikan cara yang akan memudahkan Anda menentukan pilihan yang pas:
- ukuran dan berat. Stroller sangat bervariasi beratnya, ada yang ringan, sedang, dan berat. Apabila Anda termasuk ibu yang aktif, maka sebaiknya pilihlah yang ukurannya tidak terlalu besar dan beratnya tergolong ringan sampai sedang. Juga, pilihlah yang ukurannya rodanya tidak terlampau besar, karena salah-salah roda stroller Anda setiap kali akan tersangkut pada deretan rak baju ketika Anda mengajak Si Kecil berbelanja di mall! Sebaliknya, kalau Anda tidak terlalu banyak bepergian, stroller yang kokoh dan sedikit agak berat, tidak akan jadi masalah bagi Anda
penampilan. Sebaiknya tidak memilih stroller yang berpenampilan terlalu cantik, misalnya yang seluruhnya berwarna merah muda dengan renda-renda, sementara Anda belum yakin dengan jenis kelamin janin Anda. Dan juga, siapa tahu kelak anak Anda berikutnya adalah laki-laki! Jadi, untuk pemakaian jangka panjang, pilihlah yang penampilannya netral, bisa untuk Si Upik maupun Si Buyung- sistem pengaman. Kebanyakan stroller memiliki 3 sabuk atau sistem pengaman yang mengikatkan tubuh si kecil pada stroller. Akan tetapi, pada bayi atau anak balita yang tergolong sangat aktif, 3 sistem pengaman itu kurang memadai. Nah, kalau si kecil Anda tergolong anak yang sangat akif, sebaiknya Anda memilih stroller yang menyediakan 5 sabuk atau sistem pengaman, sehingga apa pun ?polah? si kecil, dia akan terjamin aman melekat pada stroller-nya
- bel dan penutup. Beberapa produsen stroller menyediakan beraneka perlengkapan tambahan yang dapat dibeli bebas. Misalnya, bel atau peluit, mainan yang dapat digantung atau dipasang di depan, penutup (cap), bahkan penutup menyeluruh yang terbuat dari plastik tembus pandang. Belilah berbagai perlengkapan tambahan itu sesuai kebutuhan, dan jangan tergiur hanya oleh penampilannya yang menggemaskan
Sri Lestariningsih
Sumber: http://www.ayahbunda-online.com
Artikel Terkait:



aku jarang pake stroller, dan ngga pengen membiasakan sih…
suka kasian liat anak udah besar, tapi males aktif…duduk di stroller doang…
tapi very2 helpful klo anak lagi ketiduran pas pergi2…=)
Usia berapa bulan anak kita boleh pake stroller duduk ya?
mestinya kalo dah bisa duduk ya pak danang. biasanya saat bayi umur 6bln ke atas.
ato kalo emang memungkinkan bisa sejak anak bisa menegakkan kepala. kalo saran saya pribadi sih sebaiknya di usia ini diposisikan setengah duduk saja krn kan bayi blm kuat bener. dan jgn lupa sabuk pengamannya ya…
anakku sudah terbiasa dengan stoller sejak lahir….
malah dia tidak terbisa di gendong …kalau menangis…hanya diayun2 saja…di stroller..nya…
kalau mau bepergian pakai stroller yg kecil dan ringkas….
setelah agak besar{umurnya sekarang hampi 3thn}saya belikan lagi…stroller yang agak besar kokoh tp…ringkas..untuk dibawa jalan2….
sampai sekarang tidak ada masalah dengan perilaku anak…malah jika jalan2 dan dia capek..dia bisa langsung tidur tanpa ngambek hrs di gendong…atau jika anak saya ingin jalan ya saya lepas….jadi..fleksible saja deh….jgn repot..bgt kayaknya..
bisa kasih info dimana yang jualan stroller untuk bayi kembar dan brp harganya. Terimakasih
@mom mit: bisa tanyakan ke toko perlengkapan bayi yg besar mom.. misalnya mothercare