Ditulis oleh farida | Ditulis di pernik bayi | Ditulis tanggal 15 Jun 2008
Tak heran jika banyak orangtua berpendapat, dot alias empeng merupakan suatu keharusan untuk dimiliki jika kita mempunyai seorang bayi. Sama halnya dengan keharusan menggantikan dan membersihkan popok. Tapi sekali lagi, apakah dot aman bagi si bayi? Jawaban ini masih terus diperdebatkan para ahli. ini yang dikutip dari tabloid Nova. Yang jelas, para ahli di Amerika berpendapat, dot bisa digunakan sampai bayi berusia setahun. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memilih dot bayi:
1. Sesuaikan Ukuran Dot
Ukuran dot umumnya disesuaikan dengan ukuran mulut bayi. Untuk bayi kecil, berikan dot berukuran kecil dengan lubang yang kecil pula. Demikian juga dengan bayi sedang dan besar. Ukuran dot yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan. Misal, bayi kecil diberi dot besar. Atau, bayi besar diberi dot kecil, maka dia akan cepat lelah karena kemampuan isapnya sangat kuat sementara volume air susu yang keluar amat sedikit. Umumnya, produsen sudah melakukan serangkaian penelitian saat membuat dot dengan memperhatikan aspek anatomi rahang, ukuran mulut, kemampuan isap, dan sebagainya. Untuk bayi usia 0-3 bulan, dianjurkan menggunakan ukuran S. Bayi usia 3-7 bulan menggunakan ukuran M. Dan ukuran L untuk bayi usia 7 bulan ke atas.
2. Sesuaikan Daya Isap
Saat ini ada dua bahan dot yang banyak dijual di pasaran, yaitu silikon dan lateks (karet). Silikon umumnya berwarna putih sementara lateks kuning. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dot karet lebih lentur dan lembut tapi umumnya mudah rusak. Dot karet juga mudah berjamur dan menimbulkan bau. Sebaliknya, silikon kurang lembek tapi awet dan tahan lama.
Untuk memilih dot dari bahan yang mana, kenali dulu reflek isap si kecil. Bila kemampuan mengisapnya cukup kuat, dot silikon bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika reflek isapnya lemah, pilihlah dot karet. Yang pasti, jangan pilih dot dari bahan yang tidak fleksibel dan mudah rusak.
3. Desain Orthodontic
Artinya meratakan gigi. bentuk dot ini menyerupai bentuk rahang bayi. Dot ini membantu perkembangan rahang dan gigi lebih rapi meski belum ada penelitian pasti.
4. Dot Panjang
Khusus bayi dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut, sehingga air susu yang diisap langsung tertelan ke tenggorokan. Sayangnya, dot ini sulit dijumpai di pasaran dan hanya ada di klinik/rumah sakit tertentu.
5. Dot Bersendok
Penting diingat, penggunaan dot merupakan alternatif terakhir buat ibu atau bayi yang mengalami masalah. Agar bayi terhindar dari bingung puting, cara yang aman dengan menggunakan sendok. Saat ini, di pasaran banyak dijual botol dengan ujung kepala dot bersendok. Produk ini bisa dijadikan alternatif bagi ibu bekerja.
Saat Tepat Ganti Dot
Tentu jika secara fungsi sudah tidak maksimal. Antara lain, bentuknya tidak fleksibel lagi, dotnya tak bisa mengembang-ngempis lagi sehingga bayi tak bisa mengisap dengan baik. Juga terdapat kerusakan yang menyebabkan volume air susu yang keluar tak dapat dikontrol; beberapa kelengkapannya seperti regulator atau lubang dot sudah rusak; atau bayi sudah lebih besar sehingga membutuhkan dot dan botol yang lebih besar.
Proses pemakaian atau perebusan seringkali membuat dot berubah bentuk sehingga lubang menjadi besar. Umumnya terjadi pada dot karet. Pada kondisi seperti ini, dot harus segera diganti.
Bayi Menolak Dot Baru
Hal ini sudah biasa jika bayi menolak dot baru. Karena kelenturannya berbeda dengan dot lamanya. Untuk menghindari masalah ini dianjurkan untuk menyediakan 4 buah dot yang digunakan secara bergantian, sehingga anda dapat memperpanjang daya tahan dot.
Sumber: dokumentasi Pigeon, http://marchilla.multiply.com


dl sempat make dot sendok..susah jg ternyata..
situs ini bs nyaingin balitacerdas nih..