Ditulis oleh farida | Ditulis di kontrasepsi | Ditulis tanggal 01 Jul 2008
Kontrasepsi adalah pencegahan kehamilan atau pencegahan konsepsi. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai cara dapat dilakukan, antara lain penggunaan pil KB/ kontrasepsi oral, suntikan atau intravaginal, penggunaan alat dalam saluran reproduksi (kondom, alat kontrasepsi dalam rahim/implan), operasi (tubektomi, vasektomi) atau dengan obat topikal intravaginal yang bersifat spermisid.
Dari sekian banyak cara tersebut, penggunaan obat oral termasuk cara yang paling banyak digunakan karena sudah lama dikenal dan efektivitasnya sebagai kontrasepsi cukup tinggi.
Ada 4 pil kontrasepsi oral:
1. Pil Kontrasepsi Oral Tipe Kombinasi
Terdiri dari 21-22 pil kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil, untuk pengunaan satu siklus. Pil kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid, selanjutnya setiap pil 1 hari 1 pil selama 21-22 hari.
Umumnya setelah 2-3 hari sesudah pil kontrasepsi oral terakhir diminum, akan timbul perdarahan haid, yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat.
Penggunaan pada siklus selanjutnya, sama seperti siklus sebelumnya, yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid.
2. Pil Kontrasepsi Oral Tipe Sekuensial
Terdiri dari 14-15 pil kontrasepsi oral yang berisi derivat estrogen dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi estrogen dan progestin. Cara penggunaannya sama dengan tipe kombinasi. Efektivitasnya sedikit lebih rendah dan lebih sering menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Pil Kontrasepsi Oral Tipe Pil Mini
Hanya berisi derivat progestin, noretindron atau norgestrel, dosis kecil, terdiri dari 21-22 pil. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi.
4. Pil Kontrasepsi Oral Tipe Pil Pascasanggama (Morning After Pill)
Berisi dietilstilbestrol 25 mg, diminum 2 kali sehari, dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama, selama 5 hari berturut-turut.
Pil Kontrasepsi Oral di Pasaran
Umumnya pil kontrasepsi oral di pasaran terdiri dari 28 pil kontrasepsi, biasanya 7 diantaranya berisi plasebo (zat netral). Hal ini dilakukan untuk mendisiplinkan pemakaian pil kontrasepsi oral.
Pil kontrasepsi oral selain untuk mencegah kehamilan juga untuk mengatur haid agar teratur.
Ada juga pil kontrasepsi oral yang menggunakan bahan yang tidak menimbulkan efek samping berat badan naik, tulang keropos. Produk tertentu pil kontrasepsi oral juga menjanjikan kehalusan kulit pada pemakainya.
Semua kembali kepada pilihan anda dan dokter yang menangani permasalahan ini.
Sumber: http://www.medicastore.com


apakah orang orang dengan penyakit AIDS dapat dengan leluasa menggunakan berbagai kontrasepsi sepanjang sisa hidupnya,tanpa harus menularkan penyakitnya tersebut kepada teman seksnya.??
alat kontrasepsi kan tujuan utamanya untuk mencegah kehamilan pak. jd ya tdk bisa semua diharapkan bisa melindungi dr penularan AIDS.
mungkin ada bbrp alat kontrasepsi yg dpt mencegah dr penularan berbagai penyakit seksual, hepatitis B dan AIDS. Misalnya: kondom, diafragma dan spermisida. Sedangkan pil kontrasepsi ini tdk dpt mencegah dr penularan penyakit2 tsb.
CMIIW