Ditulis oleh farida | Ditulis di ABK | Ditulis tanggal 14 Aug 2008
Sebagian ahli menganggap bahwa pendekatan yang terbaik untuk dysgraphia adalah dengan jalan mengambil jalan pintas atas problem tersebut, yaitu dengan menggunakan teknologi untuk memberikan kesempatan pada anak mengerjakan pekerjaan sekolah tanpa harus bersusah payah menulis dengan tangannya.
Ada dua bagian dalam pendekatan ini. Anak-anak menulis karena dua alasan: pertama untuk menangkap informasi yang mereka butuhkan untuk belajar (dengan menulis catatan) dan kedua untuk menunjukkan pengetahuan mereka tentang suatu mata pelajaran (tes-tes menulis).
Sebagai ganti menulis dengan tangan, anak-anak dapat:
meminta fotokopi dari catatan-catatan guru atau meminta ijin untuk mengkopi catatan anak lain yang memiliki tulisan tangan yang bagus; mereka dapat mengandalkan teman tersebut dan mengandalkan buku teks untuk belajar- belajar cara mengetik dan menggunakan laptop/notebook untuk membuat catatan di rumah dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah
- menggunakan alat perekam untuk menangkap informasi saat pelajaran
Sebagai ganti menulis jawaban tes dengan tangan, mereka dapat:
- melakukan tes secara lisan
- mengerjakan tes dengan pilihan ganda
- mengerjakan tes-tes yang dibawa pulang (take at home test) atau tes dalam kelas dengan cara mengetik
Bila strategi-strategi di atas tidak mungkin dilakukan karena beberapa alasan, maka anak-anak penderita dysgraphia harus diijinkan untuk mendapatkan waktu tambahan untuk tes-tes dan ujian tertulis.
Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa pendekatan ini memberikan perbedaan yang segera tampak pada anak. Daripada mereka harus bersusah-payah menguasai suatu ketrampilan yang sangat sulit bagi mereka, dan nantinya mungkin akan jarang dibutuhkan ketika beranjak dewasa, mereka dapat berkonsentrasi untuk mempelajari ketrampilan lain, dan dapat menunjukkan apa yang mereka ketahui.
Hal ini membuat mereka merasa lebih baik berkenaan dengan sekolah dan diri mereka sendiri. tidak ada alasan untuk menyangkal kesempatan bagi seorang anak yang cerdas untuk meraih kesuksesan di sekolah.
Selain itu, karena pendidikan sangatlah penting bagi masa depan anak, maka tidak sepadan risiko membiarkan anak menjadi semakin lama semakin frustasi dan menjadi putus asa karena pekerjaan sekolah.
Sumber: http://www.e-dukasi.net
Artikel Terkait:

