Darah pada seorang penyandang hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Penyakit ini juga merupakan penyakit turunan dan diturunkan.
Bagaimana mengetes seseorang diduga membawa bakat hemofilia atau tidak, ada dua cara untuk memastikannya, antara lain dengan meneliti riwayat kesehatan keluarga. Bila sang ayah hemofilia, maka sang anak perempuan merupakan pembawa (carrier). Sementara jika sang ibu yang carrier, maka sang anak wanitanya memiliki kesempatan 50% menjadi seorang carrier. Cara lainnya melalui tes DNA. Contoh darah tidak hanya di ambil dari orang yang berpotensial sebagai carrier tetapi juga pada seluruh anggota keluarga yang lainnya. Hasil dari tes tersebut baru dapat dilihat setelah 10-14 hari.
Cara mengatasi:
Jika si kecil divonis menyandang hemofilia, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Menjaga berat tubuh agar tetap proporsional. Ingat, berat berlebih dapat mengakibatkan perdarahan. Utamanya pada penderita hemofilia berat.

- Lakukan olahraga secara teratur. Olahraga dapat memperkuat otot sehingga otot tidak mudah cedera. Pilihlah olahraga yang sesuai seperti berenang. Hindari olahraga yang memungkinkannya berkontak fisik seperti sepakbola karena berisiko menyebabkannya terluka dan mengalami perdarahan.
- Lakukan pemeriksaan gigi dan gusi secara teratur. Paling lambat setiap enam bulan sekali.
6. DIABETES
Diabetes adalah istilah populernya. Penyakit ini juga merupakan penyakit keturunan. Jika salah satu orangtua atau keduanya mengidap penyakit ini maka kemungkinan anak-anaknya akan mengalami risiko menderita penyakit yang sama sebanyak 40%. Apalagi jika gaya hidup anak tidak sehat.
Namun, jangan khawatir penyakit ini dapat dihindari dengan jalan:
Lakukan gaya hidup sehat. Olahraga teratur.- Hindari makanan kaya dengan gula yang dapat mengundang diabetes. Jangan mengonsumsi makanan dengan gula lebih dari 2,5 sendok makan dalam seharinya.
- Jaga berat badan (BB). Perhatikan asupannya, jangan sampai BB melampaui batas normalnya. Jika BB telah melampaui 110%, dianjurkan untuk segera berdiet rendah kalori atau tingkatkan aktivitas fisik, seperti dengan olahraga.
- Makan makanan alami, konsumsi bahan makanan alami yang kaya serat kasar (sayuran hijau, beras tumbuk, beras merah, buah-buahan).
Jika sejak kecil anak sudah menderita diabetes (diabetes tipe-1), maka ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan karena penderita sepanjang hidupnya memang harus bergantung pada suntikan insulin, antara lain:
- DM-1 merupakan penyakit kronik dan memerlukan pengobatan seumur hidup, maka pasien serta keluarga harus dapat melakukan pemantauan kadar glukosa darah serta penyakitnya di rumah.

- Penanganan penyakit diabetes adalah dengan mengobati gejalanya atau mencegahnya dengan mengatur pola makanan. Atur asupan makanan yang mengandung gula, karbohidrat, serta lemak. Penderita diabetes dianjurkan untuk menjalankan program diet yang ditentukan berdasarkan jumlah kalori yang dibutuhkannya.
- Ajak anak melakukan olahraga yang cukup. Selain mempertahankan berat badan ideal, olahraga juga membantu kerja metabolisme tubuh sehingga dapat mengurangi kebutuhan tubuh akan insulin.
- Orangtua juga harus selalu menyediakan makanan berkadar gula tinggi. Bagaimanapun penderita DM juga sering terkena hipoglikemia atau kekurangan kadar gula darah secara cepat, jadi sediakanlah makanan berkadar gula tinggi, seperti permen. Tentunya, orangtua juga harus mengenali gejala-gejala hipoglikemia dengan benar.

- Anak juga harus dijauhkan dari asap rokok. Rokok merupakan faktor tambahan timbulnya komplikasi penyakit DM.
- Jangan lupa, bawa obat-obatan ketika bepergian jauh. DM tidak menjadi hambatan bagi penderitanya untuk mengadakan perjalanan jarak jauh. Dengan persiapan yang saksama dan cermat, maka perjalanan tersebut dapat dilakukan dengan aman dan lancar.
7. THALASEMIA
Thalasemia merupakan penyakit turunan yang berupa kelainan pembentukan sel darah merah. Pada thalasemia minor, si individu hanya membawa gen penyakit thalasemia, namun ia hidup normal, tanda-tanda penyakit thalasemia tidak muncul. Walau thalasemia minor tak bermasalah, namun bila ia menikah dengan thalasemia minor juga akan terjadi masalah. Ada 25% kemungkinan pada setiap anak mereka untuk menderita thalasemia mayor dengan berbagai ragam keluhan, seperti anemia, lemas, loyo, dan sering mengalami pendarahan. Mencegah tentu lebih baik, karena itu sebelum menikah, setiap pasangan sebaiknya memeriksakan darah. Ini untuk menentukan adakah risiko thalasemia pada hasil keturunan mereka kelak. Ini sudah dilakukan di beberapa negara Asia dan Timur Tengah (Iran). Jika diketahui berisiko, maka pasangan disarankan untuk tidak menikah atau kalaupun menikah memutuskan untuk tidak punya anak lagi.
Cara mengatasi:
Jika si kecil mengidap thalasemia, maka harus dilakukan perawatan dan pengobatan yang rutin. Dengan demikian, anak dapat menjalankan hidup selayaknya orang normal di tengah masyarakat.
8. HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI
Salah satu penyebab tekanan darah tinggi adalah faktor keturunan. Meski kemungkinannya kecil, orangtua tetap harus waspada.
Lakukan hal-hal berikut sebagai upaya pencegahan sedini mungkin:
Kurangi makan makanan yang mengandung garam dan lemak tinggi.- Kurangi stres. Perbanyak waktu bermain.
- Lakukan olahraga secara teratur.
- Mengukur tekanan darah secara berkala juga sangat disarankan pada anak-anak. Langkah ini penting untuk mendeteksi secara dini kehadiran hipertensi. Untuk anak berusia tiga tahun ke atas, periksakan tekanan darahnya minimal setahun sekali.
- Pemeriksaan tekanan darah juga perlu dilakukan pada bayi dengan kondisi tertentu, yakni bayi yang lahir dengan berat badah rendah, prematur, juga bayi yang dalam pengobatan dengan obat-obatan yang bisa meninggikan tekanan darah.
- Perhatikan asupan makanannya. Dalam hal ini, perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
Narasumber: dr. Sugito Wonodirekso, M.S.,
Ketua Perkumpulan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Pusat
Artikel Terkait:
Pertolongan Pertama Jika Si Kecil Terluka



assalamualaikum
thank’s,,, saya sangat terbantu dengan artikel sb,, sehingga bsa mengerjakan tgs dg baek…
*cayo*