KHITAN BAYI LAKI-LAKI

0

Ditulis oleh farida | Ditulis di bayi | Ditulis tanggal 19 Jan 2009

Di Indonesia, budaya bersunat bukan suatu hal yang asing lagi. Faktor keagamaan dan kesehatan merupakan alasan terbesar untuk para orangtua melakukan sunat atau sirkumsisi pada anak mereka.

Dalam segi medis, banyak sekali manfaat dari sirkumsisi ini. Banyak penyakit yang dapat dihindarkan dengan sirkumsisi, misalnya phimosis, paraphimosis, candidiasis, tumor ganas dan praganas pada daerah kelamin pria.

Pria yang disunat lebih higienis, pada masa tua lebih mudah merawat bagian tersebut dan secara seksualitas lebih menguntungkan (lebih bersih, tidak mudah lecet/iritasi, terhindar dari ejakulasi dini)

Sunat sekarang atau nanti ya?

Konon, katanya menyunat pada saat bayi lebih baik dibandingkan nanti. Karena dengan menyunat lebih dini akan menghindari bayi dari mencegah terjadinya fimosis atau penumpukan kotoran pada kulit luar alat vital.

Memang tidak ada panduan medis waktu yang tepat kapan sebaiknya bayi disunat, tapi ada juga beberapa bayi yang harus disunat dikarenakan saluran air kencingnya menyempit pada ujung kemaluannya. Begitu pula dengan bayi yang menderita hernia, ketika ia dioperasi hernia akan lebih baik bila sekalian saja disunat. Ini mencegah anak mengalami trauma.

Jika berniat untuk mulai menyunat saat bayi, lebih baik lakukan saat bayi masih di bawah dan tidak lebih dari satu bulan, untuk menghindari trauma. Tentu saja persyaratannya adalah berat badan normal dan cukup bulan, tak menderita penyakit neonatus, tak mengalami kelainan kongenital pada alat vitalnya dan tak menderita gangguan pembekuan darah.

Resikonya?

Kemungkinannya adalah kesulitan buang air kecil, infeksi, iritasi pada saluran air seni akibat terkena urin, dan pendarahan. Namun, semua itu takkan muncul bila Anda menjaga kebersihan alat kelamin bayi yang baru disunat.

Cara Merawat Bayi yang baru disunat:

Ø Rajinlah memeriksa popok/diaper bayi, dan pakaikan dengan kendor agar memudahkan proses pengeringan.

Ø Mengendurkan diaper paling tidak selama 3 hari agar udara masuk dan memudahkan proses pengeringan.

Ø Harus ekstra sabar dan lembut, lalu gendonglah bayi lebih lama agar ia merasa nyaman.

Ø Jika ada kemerahan dan pembengkakan pada kulup segera hubungi dokter.

Sumber: ibudananak

Artikel Terkait:

Pertolongan Pertama Jika Si Kecil Terluka

Apa Isi Kotak Obat Anak?

Mencukur Rambut Bayi

Menggunting Kuku Si Kecil

Tanda Siap Toilet Training

Tulis Komentar