Ditulis oleh farida | Ditulis di pakaian bayi | Ditulis tanggal 29 Jan 2009
Kehadiran bayi tentu sangat menyenangkan hati semua orang, terutama ibunya. Namun itu juga berarti tugas baru dimulai. Mengganti popok adalah kegiatan yang akan sering dilakukan terutama di awal bulan kelahirannya. Apalagi jika sang bayi mendapatkan ASI eksklusif.
Bayi ASI awalnya akan lebih sering pup, sekitar 10-15 kali sehari. Namun menginjak usia 2 atau 3 bulan, pupnya justru menjadi jarang karena ASI yang dikonsumsinya banyak terserap oleh tubuh. Sedangkan pup bayi susu formula bervariasi, sekitar 2-6 kali sehari.
Sedangkan frekuensi pipis bayi tergantung jumlah cairan yang masuk. Semakin banyak ia minum, semakin banyak dan sering pipisnya. Biasanya bayi akan pipis saat bangun tidur dan sesudah minum.
Di pasaran, tersedia berbagai jenis popok untuk membantu ibu. Ada popok/celana kain, popok/celana plastik, popok sekali pakai dan cloth diaper. Pilih yang mana? Coba kita perhatikan satu-satu ya…
Popok/Celana Kain
Ini adalah jenis yang paling tradisional. Popok kain hanya berupa selembar kain katun yang ditangkupkan menutupi bagian bawah tubuh bayi kemudian diikat dengan tali di sampingnya atau dikaitkan dengan peniti.
Walaupun tradisional, namun popok/celana kain masih banyak diminati. Popok/celana kain untuk digunakan sehari-hari harganya relatif murah (berkisar 2000-5000 rupiah per lembar). Popok/celana ini juga efektif untuk menghindarkan bayi dari ruam popok. Karena ibu akan segera tahu jika popok basah atau kotor, sehingga bisa segera mengganti. Bayi pun terjaga kebersihan, kenyamanan dan kesehatan kulitnya. Popok/celana ini biasanya masih bisa digunakan untuk kelahiran berikutnya.
Tentu saja konsekuensinya adalah cucian menumpuk. Tidak hanya cucian dari pakaian bayi, namun juga sprei dan pakaian kita. Hal ini memang cukup merepotkan.
Popok/Celana Plastik
Popok/celana plastik ini bentuknya sama dengan popok/celana biasa, hanya bahannya terbuat dari plastik yang tipis.
Popok/celana ini berguna sebagai lapisan luar dari popok kain atau lampin, agar pup atau pipis hanya membasahi kain di dalamnya, tidak tembus keluar. Sehingga kasur atau pakaian kita tidak ikut kotor ketika menggendongnya. Popok/celana plastik bisa dipakai berulangkali dan mudah dibersihkan. Tinggal dilap saja tanpa perlu dicuci.
Kekurangannya, kita harus rajin memeriksa apakah si kecil pipis atau pup karena tidak langsung tampak dari luar. Jika kita hafal jadwal pipis dan pup si kecil, tentu sangat membantu. Dan kain bagian dalamnya harus segera diganti agar terhindar dari ruam popok. Popok plastik hanya bertahan hingga 6 bulan, karena plastik tipisnya lama-kelamaan akan robek. Sedangkan celana plastik biasanya bisa digunakan untuk kelahiran berikutnya.
Biasanya popok plastik berukuran all size dan cenderung besar, sehingga tidak terbatas oleh berat badan bayi. Harganya bervariasi tergantuk merek, sekitar 1700-3000 per lembar.
Sedangkan celana plastik biasa hadir dalam berbagai ukuran dengan harga 10-25 ribu rupiah.
Popok Sekali Pakai
Atau disposable diaper. Sangat banyak digunakan karena praktis.
Terdapat berbagai harga tergantung merek, ukuran dan kualitas, berkisar 1000-2200 rupiah per buah. Ini tentu cukup mahal karena sekali pakai lalu buang. Selain itu, zat kimia di dalamnya dapat menyebabkan alergi dan ruam popok.
Cloth Diaper
Disebut juga reusable diaper atau washable diaper. Merupakan inovasi baru untuk mengatasi sampah dari popok sekali pakai yang menumpuk.
Popok ini memiliki lapisan luar yang antibocor. Ada yang dari plastik, ada juga yang berpori. Ia juga dilengkapi dengan lampin berdaya serap tinggi untuk 3-10 kali basahan. Sesuai namanya, popok dan lampinnya dapat dicuci kembali. Popoknya dapat digunakan kembali untuk kelahiran berikutnya. Dan lampinnya dapat digunakan hingga 3 minggu.
Harga popoknya yang bermerk sekitar 195-200 ribu rupiah, biasanya berukuran all size. Dengan lampin berharga 60 ribu rupiah per lembar.
Sedangkan versi murahnya tersedia dalam berbagai ukuran dengan harga sekitar 16-50 ribu. Dengan lampin berharga 4000 rupiah per lembar.
Artikel Terkait:
Daftar Perlengkapan Pakaian Bayi


Cloth diaper impor memang mahal-mahal. Sementara yang lokal kualitasnya sangat rendah karena sering kali menggunakan bahan plastik yang dapat menimbulkan ruam di kulit. Tapi saya telah melakukan riset selama tiga tahun dan menemukan desain diapers kain all-in-one yang lembut di kulit bayi, sangat menyerap dan tahan bocor. Dengan kualitas ekspor, produk Ananndapers ini dijual sepersepuluh harga kompetitornya. Periksa detilnya di http://www.anakbunda.net