KENALI WARNA DAN BENTUK FESES BAYI

31

Ditulis oleh farida | Ditulis di bayi | Ditulis tanggal 01 Feb 2009

Frekuensi yang sering bukan berarti pencernaannya terganggu. Waspadai bila warnanya putih atau disertai darah. Kegiatan buang air besar pada bayi kadang membuat khawatir orang tua. Warna, bentuk dan polanya yang berbeda dengan orang dewasa inilah yang kerap menimbulkan kecemasan. Sebelum kita menjadi cemas, berikut penjelasan dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, tentang feses bayi.
WARNA
Umumnya, warna-warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning atau cokelat, hijau, merah, dan putih atau keabu-abuan. Normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut.
Kuning
Warna kuning diindikasikan sebagai feses yang normal. Kata Waldi, warna feses bayi sangat dipengaruhi oleh susu yang dikomsumsinya. “Bila bayi minum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning, karenanya disebut golden feces. Berarti ia mendapat ASI penuh, dari foremilk (ASI depan) hingga hindmilk (ASI belakang).”
Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.
Sedangkan bila yang diminum susu formula, atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.
Hijau
Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. “Ini berarti cara ibu memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak.” Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi ASI sangat melimpah.
Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI belakang (hindmilk). Pada saat bayi menyusu, ia akan selalu mengisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung banyak lemak. “Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning.”
Nah, kalau bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik).
Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau dan kuning, bergantian. “Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. Nah, ibu harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus.”
Sayangnya, disamping ASI, ibu juga kerap memberikan tambahan susu formula. Sebelum proses menyusunya mencapai hindmilk, anak sudah telanjur diberi susu formula hingga kenyang. Akibatnya, ia hanya mendapat ASI foremilk saja.
Waldi menyarankan, “Berikan ASI secara eksklusif. Perbaiki penatalaksanaan pemberiannya agar bayi bisa mendapat foremilk dan hindmilk.” Kiatnya mudah; susui bayi dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis, baru pindah ke payudara berikutnya.
Merah
Warna merah pada kotoran bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Namun dokter tetap akan melihat, apakah merah itu disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya.
Jika bayi sempat mengisap darah ibunya pada proses persalinan, maka pada fesesnya akan ditemukan bercak hitam yang merupakan darah. Umumnya bercak itu muncul selama satu sampai tiga hari. “Jadi, tinggal dites saja, asalnya dari mana? Dari darah ibu atau darah bayi.” Bila darah itu tetap muncul pada fesesnya (bisa cair ataupun bergumpal), dan ternyata bukan berasal dari darah ibu, maka perlu diperiksa lebih lanjut. Kemungkinannya hanya dua, yaitu alergi susu formula bila bayi sudah mendapatkannya, dan penyumbatan pada usus yang disebut invaginasi. Dua-duanya butuh penanganan. Kalau ternyata invaginasi, bayi harus segera dioperasi.
“Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makanan bayi, kan, belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang kotor.” Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.
Putih/Keabu-abuan
Waspadai segera jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. “Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai tinja, dan ini tidak boleh terjadi karena sudah ‘lampu merah’.” Waldi menegaskan, bila bayi sampai mengeluarkan tinja berwarna putih, saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan menundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelum bayi berumur tiga bulan. Sebagai langkah pertama, umumnya dokter akan segera melakukan USG pada hati dan saluran empedunya.
“Yang sering terjadi, ibu terlambat membawa bayinya. Dipikirnya tinja ini nantinya akan berubah. Padahal kalau dibiarkan, dan bayinya baru dibawa ke dokter sesudah berumur di atas tiga bulan, saat itu si bayi sudah tidak bisa diapa-apakan lagi karena umumnya sudah mengalami kerusakan hati. Pilihannya tinggal transplantasi hati yang masih merupakan tindakan pengobatan yang sangat mahal di Indonesia.”
BENTUK
Feses bayi di dua hari pertama setelah persalinan biasanya berbentuk seperti ter atau aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji/seeded dan bisa juga berupa cairan.
Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Sedangkan feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Makanya bayi yang mengonsumsi susu formula, kadang suka bebelan (susah buang air besar, Red), sedangkan yang mendapat ASI tidak.
Bila bayi yang sudah minum susu formula mengeluarkan feses berbentuk cair, hal itu perlu dicurigai. “Bisa jadi si bayi alergi terhadap susu formula yang dikonsumsinya atau susu itu tercemar bakteri yang mengganggu usus.”
Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan ASI yang diselang-seling susu formula. Misalnya, akan sulit menentukan apakah feses yang cair/mencret itu berasal dari ASI atau susu formula.
“Kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena sistem pencernaannya memang belum sempurna. Tetap susui bayi agar ia tidak mengalami dehidrasi. Tapi bila mencretnya disertai keluhan demam, muntah, atau keluhan lain, dan jumlahnya sangat banyak serta mancur, berarti memang ada masalah dengan bayi. Ia harus segera dibawa ke dokter.
FREKUENSI
Masalah frekuensi sering mencemaskan ibu, karena frekuensi BAB bayi tidak sama dengan orang dewasa. Kalau ibu mungkin sehari cuma sekali, jadi kalau anaknya sampai lima kali sehari, ini sudah membuat cemas.”
Padahal frekuensi BAB setiap bayi berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. “Itu karena bayi belum menemukan pola yang pas. Umumnya di empat atau lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali. Enggak masalah, selama pertumbuhannya bagus.”
Bayi yang minum ASI eksklusif, sebaliknya bisa saja tidak BAB selama dua sampai empat hari. Bahkan bisa tujuh hari sekali. Bukan berarti ia mengalami gangguan sembelit, tapi bisa saja karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. Semuanya dapat diserap dengan baik. Feses yang keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti pasta. Tidak cair yang disertai banyak lendir, atau berbau busuk dan disertai demam dan penurunan berat badan bayi.
“Jadi yang penting lihat pertumbuhannya, apakah anak tidak rewel dan minumnya bagus. Kalau tiga hari belum BAB, dan bayinya anteng-anteng saja, mungkin memang belum waktunya BAB.”

Harus BAB Dalam 24 Jam Pertama
Bayi yang pencernaannya normal, akan BAB pada 24 jam pertama setelah dilahirkan. BAB pertama ini disebut mekonium. Biasanya berwarna hitam kehijau-hijauan dan lengket seperti aspal yang merupakan produk dari sel-sel yang diproduksi dalam saluran cerna selama ia dalam kandungan.
BAB pertama dalam 24 jam penting artinya, karena menjadi indikasi apakah pencernaannya normal atau tidak. “Ada penyakit yang bisa ditentukan dengan melihat apakah BAB pertama dalam 24 jam terjadi atau tidak,” kata Waldi. Contohnya, penyakit Hirschsprung yang merupakan gangguan pengeluaran tinja akibat tidak adanya syaraf tertentu pada usus sebelah bawah.
BAB ini juga bisa dijadikan patokan oleh dokter kalau bayi mengalami masalah pencernaan di kemudian hari. Misalnya, kalau BAB tidak lancar di minggu berikut. “Bila catatan menunjukkan bahwa si bayi melakukan BAB pada kurun 24 jam sesudah lahir, dokter akan mengesampingkan kemungkinan Hirschsprung atau penyumbatan. Jika tidak, dokter akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan ini, dan biasanya jawabannya adalah operasi.”
Itulah sebabnya, penting bagi para ibu yang habis bersalin untuk menanyakan pada suster/bidan apakah bayinya sudah BAB dalam waktu 24 jam. Jangan lupa mengingatkan suster/bidan untuk mencatatnya di buku anak, karena catatan ini penting di kemudian hari.

Sumber: http://nieza.multiply.com

Artikel Terkait:

Cara Mencuci Pakaian Bayi

Keajaiban Inisiasi Menyusui Dini

Tenaga Medis Anda Mendukung ASI?

Menyusui Si Kembar

Alat Tempur untuk ASI Perah

Jumlah Komentar (31)

Mo tanya donk…
Feses anak saya ada lendir darahnya.
Setelah diperiksa dokter, diagnosanya adalah disentri amuba.
Tapi yg bikin saya bingung, anak saya tidak demam, tidak rewel/nangis..intinya tidak seperti yg disinggung pd artikel tentang disentri amuba atau apalah…
Dan apakah antibiotik yg diberikan oleh dokter dapat menyelesaikan masalah atau malah sebaliknya?
Tolong dijawab donk….kalo bisa dokter yg ahli dech yg tau persis tentang hal ini, soalnya saya agak ragu dengan title dokter sekarang ini..

Thanks
Endah

si kecil umur brp mom?
sudah ada asupan selain ASI?
seberapa sering si kecil BAB?
setahu saya, 3-5 kali sehari itu masih wajar mom..
selama masih bnyk pipisnya dan tdk ada tanda dehidrasi.
biasanya memang infeksi entah krn virus, bakteri, amuba dll itu disertai dgn gejala demam.
jd kalau memang tdk ada demam, sepertinya masalahnya bukan krn infeksi ya..
darah jg mungkin berasal dr lubang pembuangan yg lecet akibat terlalu seringnya BAB.
luka seperti ini sebenarnya luka biasa saja, tdk perlu antibiotik.

maaf tdk bisa bnyk membantu.
sebaiknya memang tetap dikonsultasikan ke dokter lain. cari 2nd, 3rd, dst opinion sambil aktif cari2 ke sumber lain yg terpercaya.
saya di sini cuma menyampaikan sebatas pengetahuan saya saja ya..

semoga si kecil cepat sembuh :)

dok anak saya dari umr 2minggu tidak mau minum ASI,lalu saya beri BMT platinum.fasesnya kuning dan berbentuk pasta dan butiran2 beras.suatu malm saya lupa mengecek susunya ternyata habis,dg sngat terpaksa saya beri dancow.pagi harinya saya beri BMT lagi.trus fesesnya ada perubahan berwarna hijau dan kentutnya agak bau.tidak ada perubahan sampai sekarang.sekarng usianya 3bulan.ini sudah terjadi 3minggu.setelah saya periksakan dokter1 mengatakan anak saya mengalami gangguan pencernaan lalu diberi antibiotik dan enzim (warnanya merah klw dicampur air) setelah obatnya habis, tidak ada perubahan.lalu saya bawa kedokter2 dan mengatakan bahwa anak saya alergi susu akhirnya diberi antibiotik dan flora untk usus dan susunya diganti NAN tp smp sekarang blm ada perubahan.saya bingung harus melanjutkan kedokter1 atau kedokter 2?? trus susunya pakai susu yg mana dok?
dokter mengatakan bahwa feses hijau itu normal.yang saya takutkan apabila itu benar2 alergi nanti klau dibiarkan saya takut anak saya autis. saya pernah dengar alergi berlebihan bisa membuat autis.

mohon jawabanya segera ya dok

trima kasih,
bunda rey

pertama, say bukan dokter bu.. saya ibu rumahtangga biasa kok :)

setau saya memang feses hijau masih tergolong normal meskipun bukan ideal.
feses hijau menunjukkan asupannya kurang mengandung lemak.

krn itu sepertinya masalahnya bukan pd gangguan pencernaan tapi asupan.
sehingga antibiotik sebenarnya tdk diperlukan krn kan tdk ada tanda2 infeksi seperti demam misalnya.

alergi jg setau saya baru bisa diketahui melalui tes darah. jk blm pernah melakukan tes darah, maka tdk bisa dipastikan ada alergi.

jika memang asupannya kurang lemak, maka pemberian susu nonfat tentu bukan solusi ya..
mungkin ibu bisa mengganti dgn susu sapi lain yg kadar lemaknya lbh tinggi.
atau coba relaktasi bu? masih bisa diusahakan lho kalo mau menyusui lagi. bisa baca artikelnya di http://mommygadget.com/2009/03/10/relaktasi/ dan http://mommygadget.com/2009/03/11/cara-relaktasi/
silakan cari dokter lain yg pro ASI dan bisa membantu ibu ya…

sun sayang utk baby-nya :)

terima kasih informasinya. syukur alhamdulillah, sejauh ini anak saya tidak memiliki masalah tentang fesesnya. tapi di 2 bulan pertama, fesesnya seperti biji2 cabe, dan maaf “mencret” , itu berlangsung selama 2-3hari, tapi kemudian fesesnya bagus kembali. saya juga heran bu, padahal dia tak memiliki asupan yang berbeda dari hari sebelumnya, saya cukup bingung juga bu, sebenarnya itu kenapa? ada yag bilang itu biasa bu, karena si bayi mengalami penambahan kemampuan,terimasih atas jawabannya,

iya, memang se-hari2nya selalu ASI, namun asupan ibu kan jg variatif. mungkin itu yg mempengaruhi bentuk feses bayi walaupun masih tergolong normal :)

bayi sy berusia 6bln. sudah seminggu ini babnya selalu mengeluarkan warna kuning dan sedikit mecret. kemarin saya memberikannya vitalac step 2. tapi karna babnya tidak berubah jadi saya memberikannya susu bendera step2. tapi tetap saja babnya tidak berubah. yang inigin saya tanyakan apa ada masalah dengan susunya. dan apakah bab seperti itu membahayakan. tengks

pd prinsipnya, selama pupnya masih ada ampasnya (jd tdk seluruhnya cair) maka masih dikategorikan aman. tp utk lbh pastinya silakan konsultasikan ke dokter ya..
terimakasih :)

Tanya dong mba

Anak saya usia 2 tahun 11 Bulan, berat badan16, lincah dan aktif… cuma hari ini kok feses anak saya berwarna putih, sebelumnya bab nya mencret, tapi setelah ganti susu tidak mencret hanya berwarna putih, sekarang sudah tidak saya kasih susu hanya teh manis saja.

Kalau saya baca sih feses warna putih untuk bayi yang baru lahir berbahaya, tapi kan anak saya sudah besar. Sampai sekarang saya berusah tenang dan tidak merasa perlu untuk pergi ke dokter terlebih dahulu.

Mumgkin mba punya saran atau pengalaman seperti yang anak saya alami, saya lebih prefer untuk menggunakan obat herbal, mungkin mba punya informasi

terimakasih banyak, kalau boleh minta jawaban dikirimkan melalui email juga mba.

hmm.. ayah saya pernah fesesnya putih.
oleh sodara saya yg dokter, disebutkan bhw kemungkinan paling tdk berbahaya adalah keracunan makanan.
jd observasi terus aja. dulu sih disuruh nunggu sampe 3-4 hari. kalo masih putih ya butuh penanganan medis.
selama masa observasi ini jaga makanan dan bnyk2 asupan cairan ya biar si kecil ga dehidrasi.
sblm jelas penyakitnya, memang tdk perlu obat macam2.
jika memang krn keracunan, maka biarkan saja racun itu dikeluarkan secara alami oleh tubuh.
semoga membantu dan si kecil tetap sehat ya :)

Mba,saya mo tnya nih..
Anak saya umurnya skrg 11 bln,dah seminggu ini dlm BAB ga normal ky biasanya (kdg sehari 2x,3x bhkan ada yg smp 6x).Saya dah k dokter n dah dberi puyer.Tapi smp obatnya habis td pagi malah fesesnya brwarna hijau lumut,agk berbusa dan agk brlendir.Bentuknya awal keluar ada ampas tp stlh anak saya,maaf (ngeden) lg bntuknya encer spt ingus.Sblm hari ini,fesesnya brwarna coklat tua,ampas sedikit.Frekwensi & volume BAK nya jg brkurang dr biasanya.Kira2 anak saya sakit apa ya mba?Diare kah?
Trims,…

mungkin anak mom memang diare.
dijaga agar tdk dehidrasi ya.. bnyk2 minum.
jk frek. dan volume BAK sdh mulai berkurang, ada baiknya mom ke dokter lagi.
fesesnya dites lab dulu ya..
baru dr situ ditentukan cara penanganannya.
moga si kecil segera pulih :)

salam pekenalan, saya bapak dengan dua anak. anak kedua saya lahir prematur dengan BL 1,5kg. usia sekarang 2 bulan 9 hari.
1. sekitar 2 minggu yang lalu feses bayi berwarna kuning agak kecoklatan. setelah di periksa oleh dokter :
- ada gejala anemia infant,FTT dan sepsis.
-jumlah trombosit 32 rb
2. setelah dirawat di RS selama 5 hari, trombosit mulai naik dari 32 rb,55 rb, 67 rb. feses sudah berwarna kuning kehijauan.
3. kemudian berobat jalan. trombosit menjadi 71rb, pemeriksaan terakhir hari kamis tgl 24 september 114rb. tetapi feses berwarna coklat.
4. hasil lab. feses. darah (- ), lendir (- ), Lemak (- ), Karbohidrat ( - ), Serat ( - ), Eritrosit 0 - 1, Parasit ( - ). Telur cacing ( - ), jamur ( - ).
5. asupan makanan ASI eksklusif
mohon saran , apa yang harus saya lakukan?

utk lbh jelasnya tentu lbh baik bapak tetap konsultasikan ke dokter.
cuma kalau dibaca sekilas sepertinya kondisi sang bayi makin membaik ya..
semoga tidak ada yg perlu dikawatirkan :)

Keponakan saya berumur 1 bulan tapi BAB nya sering sekali kadang2 waktu dia pipis BAB juga keluar tapi cair dan berwarna kuning tapi kadang juga agak padat, mama nya kasih dia ASI ekslusif kok tanpa susu tambahan.
Kemarin sempat disarankan ke dokter anak tapi menurut dokter tersebut hal itu biasa pada bayi yang baru lahir.
Bahaya ga sih mba, apakah hal itu biasa pada bayi kalo iya sampai berapa lama biasanya hal itu terjadi, trus apa yang harus dilakukan mama nya yah soalnya kita semua bingung…???
trimakasih mbak.

iya, itu biasa utk bayi ASI.
ngga ada yg perlu dikawatirkan kok.
biasanya nanti usia 2-3 bln justru BABnya akan jarang krn tubuh bayi dah pandai menyerap semua nutrisi ASI.
semoga membantu :)

Terima kasih atas tulisannya ya..sangat menenangkan..
Bayi saya baru berusia 3 bulan dan ASI ekslusif. Akhir-akhir ini frekuensi BABnya sangat jarang (4-6 hari sekali), sampai saya mulai sedikit cemas. Tetapi karena dia tidak rewel, masih saya biarkan saja. Ternyata dimungkinkan bayi ASI ekslusif untuk jarang BAB.

sama2 mom irene :)

mba,sy mo tanya.Anak saya 1y4m dah 5 hari ini mmencret warnanya agak kehijau2an terus dh 2 hari ini ditinjanya ada kayak darahnya gt.Bahaya gk ya?anakku gk demam cm kalo tdr mlm suka rewel.mohon pencerahannya.thx before

” kebahagiaan terbesar adalah ketika kita bisa menerima takdir Allah SWT dengan Ikhlas ”
Allah SWT telah memanggilnya…….

sekedar berbagi pengalaman ternyata anak saya dengan ciri-ciri yang telah saya berikan, mengidap kelainan pada darah ” lower gi bleeding”

konsultasikan setiap kelainan yang terjadi……
jangan anggap remeh setiap kelainan yang terjadi..
ihtiar dan ikhlas………

@fitri: warna hijau itu kemungkinan krn keracunan makanan. sedang darah yg keluar jika warnanya masih segar (tdk kehitaman) maka kemungkinan krn lecet akibat seringnya BAB.
jika tidak demam, kemungkinan tidak ada infeksi, cuma salah makan aja.
ada baiknya dikonsultasikan ke medis ya mom utk kepastiannya.
semoga tdk ada masalah serius :)

@kuntadi: innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun..
turut berduka cita. semoga keluarga yg ditinggalkan dilimpahi kesabaran.
maaf klo selama ini tdk bisa bnyk membantu ya :(

mohon saran dari mb farida said.kalau mau makan (padahal baru liat sendok dan mangkoknya) dia pasti mau muntah,di tengah-tengah makan pasti muntah,setelah di periksakan ke dokter ternyata kembung karena ada bakteri yang masuk ke pencernaan melalui benda-benda yang masuk ke mulutnya.anak saya diberi Vometa,Cotrimoksazole,dan Lacto-B,tapi sampai sekarang buang airnya masih kuning terang dan berlendir,sehari 3-4 kali BAB.pengawasan juga sudaah lebih ketat.heran nya anak saya tetap ceria,sehat,dan nggak rewel,makannya juga sudah kembali bergairah.apa ada yang punya pengalaman sama?

hmm..selama BABnya masih berampas dan anak tetap ceria, sebaiknya ga perlu terlalu kawatir ya mom.. :)

Anak saya hari ini pas berumur 3 bulan. Lusa dan kemarin siang fesesnya warna kuning muda keabu2an & keputih2an. Sebelumnya normal2 saja. Dia juga tidak demam maupun rewel. Kemarin sore fesesnya juga udah kuning lagi. sebaiknya dibawa ke dokter atau ga? terima kasih banyak. terima kasih

@mom kanya: apakah babynya ada asupan selain asi? susu formula mungkin?
kemungkinan warna feses putih keabuan itu krn keracunan.
feses putih keabuan benar2 harus diwaspadai utk bayi baru lahir krn dia kan blm makan+minum apa2 ya mom..
kalo sekarang sudah normal lagi, syukurlah.
kemungkinan semuanya sudah normal kembali.
semoga tidak ada masalah berarti.
sun sayang utk babynya :)

Bu sy mw tanya umur ank sy saat ini 2 mgg 4 hari. Kmrn2 pas ank sya baru lahir mmg feses nya warna hitam trus setelah 5 hari keluar dr rumah sakit warna nya jd kuning kental seperti pasta nah setelah 1 mgg warna berubah jadi kuning cair trus sy bw ke dokter ktnya ank sy mencret trus diksh lah Puyer serba guna (PSG) selama minum udh baikan g rewel, ank sy dikshnya ASI setiap jam sm susu Enfamil sehari cm 2 x sebagai susu pendamping aj nah trus berubah fesesnya jd seperti itu, skrg susu enfamil sy hentikan. warna kuning cair bercampur kyk biji2 cabe ato beras apkah itu masih kategori normal?

@pak firman: coba bapak baca lagi artikel di atas.
justru feses anak ASI memang lbh lembek, kadang mengandung cairan tapi masih berampas, warnanya kuning cerah dan ber-butir2.
jd sebenarnya sang bayi ini normal sekali, tidak ada masalah apa2.
lanjutkan saja ASInya ya..
jika memang tidak butuh susu formula, tidak perlu diberikan.
karena susu formula memang bisa menyebabkan masalah pd feses bayi.
semoga membantu :)

Artikel yg sangat menarik sekali.
Mohon sarannya ibu farida. Anak saya 3 bln. BBL 3.8 kg. awalnya pk sufor nutrilon royal, umur 3 mggu oleh dokter dinyatakan alergi sufor (krn memang ASI tdk keluar, dan anak sy full sufor). oleh dokter disarankan pk soya. akhirnya sy ganti pk Nutrilon soya tp fesesnya agak keras. 1 bln berikutnya sy ganti dgn nutrilon royal dan tidak ada msalah. fesesnya kuning sangat bagus. tp seminggu belakangan ini (4 kali BAB) fesesnya berwarna hijau kadang hijau tua kadang hijau agak muda, bentuknya seperti lumpur.Apakah itu normal? dan apa perlu sy beralih ke susu soya lagi?

utk bayi yg sudah 3 bln, feses hijau bisa dikatakan normal namun tetap diusahakan agar bisa kuning kembali. krn hijau itu ada tanda asupannya kurang lemak mom. kalau diganti dgn soya, tentu bukan solusi kan krn soya lbh sedikit kandungan lemaknya dibanding susu sapi.
semoga membantu ya..

Saya mau tanya, mbak. Sudah beberapa hari ini bayi saya (3 bulan) fesesnya berwarna hijau. BAB sekali sehari. Kalau siang saya beri ASI, tapi malam karena saya kerja, diberi susu fomula paling banyak 240 ml. Saya pakai BMT platinum. Apa ada pengaruh susu formulanya, ya? apa sebaiknya ganti susu? Bayi saya tetap ceria-ceria saja.

sebenarnya feses hijau itu tergolong normal.
jika bayi tampak baik2 saja, sepertinya tak perlu cemas.
kemungkinan bayi kekurangan asupan lemak.
coba beri ASI perah sebagai alternatif nutrisi bayi saat malam agar kebutuhannya tercukupi :)

Tulis Komentar