AWAS, KOLIK PADA BAYI!

0

Ditulis oleh farida | Ditulis di bayi | Ditulis tanggal 10 Feb 2009

Kolik bayi adalah istilah yang dipakai untuk keadaan dimana bayi terus-menerus menangis secara berlebihan. Disebut “Kolik tiga bulan” karena biasanya terjadi pada umur tiga bulan pertama. Kolik sebetulnya berati sakit perut yang datang secara bergelombang (spasmodik). Tetapi karena bayi belum bisa mengeluh maka tidak bisa dipastikan sebab bayi menangis. Jika bila tidak bisa menemukan sebab yang jelas seperti rasa lapar, popok bayi basah atau demam, maka bayi yang menangis secara berlebihan dianggap sebagai kolik bayi.

Gejala-gejala

  • Menangis secara berlebihan terutama di malam hari, setelah minum atau pada waktu bangun. (Bayi dalam keadaan normal dan sehat selain waktu tertentu).
  • Sukar sekali didiamkan pada waktu ‘serangan’
  • Bayi bisa menjadi kemerah-merahan dan kaki diangkat-angkat.
  • Perut mungkin kembung.

Penyebab
Belum pasti. Diduga mungkin disebabkan oleh kejang otot di dinding susu, udara dalam usus dan gangguan pencernaan.

Yang dapat anda lakukan

  • Periksa apakah bayi tesebut lapar, basah, kedinginan atau demam. Rawat bayi sebaik-baiknya
  • Usahakan supaya bayi bersendawa untuk mengeluarkan angin.
  • Diamkan dengan cara-cara yang biasanya cukup berhasil apabila usaha di atas tidak berhasil seperti dipeluk erat-erat, diayun-ayun, dimandikan, diberi dot, dinyanyikan, atau diputarkan kaset bunyi rahim.
  • Periksa dokter apabila kolik bayi terus-menerus ataupun bila serangan di malam hari sangat mengganggu.

Tindakan dokter anda

  • Menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit.
  • Memberi nasihat dan menganjurkan cara perawatan yang berguna.

Pencegahan

  • Orangtua biasa mengusahakan untuk menghilangkan penyebab-penyebab yang mungkin terjadi.
  • Pastikan bahwa lubang botol bayi sudah sesuai besarnya untuk mencegah bayi menelan terlalu banyak udara sewaktu minum.
  • Usahakan supaya bayi bersendawa dengan baik setiap habis minum.
  • Hindarkan jangan sampai bayi terlalu lapar/harus menunggu lama untuk minum asi.
  • Orangtua sebaiknya menjaga dan merawat bayi secara bergantian dan cukup istirahat. Tampaknya bayi cukup sensitif terhadap ketegangan yang terjadi pada orangtuanya dan sebagai reaksi biasanya bayi-bayi menangis berlebihan tanpa sebab yang jelas.

Sumber: milis-sehat

Artikel Terkait:

Mengapa Bayi Menangis?

Memijat Bayi

Mainan Bayi 0-3 Bulan

Memilih Botol Susu

Tips bagi Ayah Baru

Tulis Komentar