Ditulis oleh farida | Ditulis di bayi, kebersihan | Ditulis tanggal 15 Mar 2009
Mengapa bayi banyak berkeringat? Dr. Debby Latuperissa, SpA., dari RS Fatmawati, Jakarta menjelaskan seluk-beluk penyebabnya berikut ini.
BAGIAN DARI METABOLISME TUBUH
Banyak orangtua mencemaskan bayinya yang mengeluarkan keringat begitu banyak, terutama di saat tidur. Ya, memang begitulah yang terjadi pada bayi. Terlebih di kepala, tangan, dan kakinya. Penyebabnya tak lain karena di daerah-daerah tersebut memang terdapat banyak kelenjar keringat.
Sebenarnya banyak berkeringat merupakan pertanda baik karena berarti kelenjar keringat berfungsi sempurna. Pengeluaran keringat merupakan proses sekresi atau pembuangan sisa-sisa garam dan juga racun dari dalam tubuh. Selain itu, keringat juga berfungsi menurunkan panas di dalam tubuh sehingga suhu di permukaan kulit dapat senantiasa terjaga pada tingkatan normal.
Cuaca panas di negara tropis seperti Indonesia memang membuat anak mudah berkeringat. Meski bayi lebih banyak berada dalam rumah, kelembaban udara yang cukup tinggi dan udara yang panas tetap membuatnya berkeringat. Mekanismenya, tubuh yang menyimpan panas membutuhkan penguapan yang berujung pada keluarnya keringat tadi.
Yang belum banyak diketahui awam, keringat juga keluar ketika tubuh bayi memproses susu yang dikonsumsinya menjadi protein yang akan digunakan sebagai pasokan energi untuk tubuhnya. Nah, karena proses mengubah makanan menjadi protein membutuhkan kalori, maka terjadi peningkatan panas dalam tubuh yang kemudian akan dibuang dalam bentuk keringat.
Adanya proses metabolisme ini membuat bayi yang sedang diam atau tidur pun tetap saja berkeringat. Sekali lagi, keringat banyak adalah pertanda baik. Kecuali bila suhu udara sangat dingin, tubuh bayi akan menahan pengeluaran sebagian keringat untuk menjaga agar suhu badannya tetap hangat. Sisa-sisa metabolisme (sekresi) akan dikeluarkan lewat air seni. Tak heran kalau di tempat yang berudara dingin, si kecil lebih sering pipis.
AKIBAT DEMAM TINGGI
Demam yang tinggi karena adanya proses infeksi juga akan menyebabkan bayi berkeringat lebih banyak. Logikanya, saat demam terjadi peningkatan suhu tubuh yang berujung pada keluarnya peluh yang bercucuran. Obat pereda demam yang diberikan umumnya memainkan fungsi sebagai pencegah pengeluaran panas yang berlebihan dari dalam tubuh. Makanya, begitu si kecil demam, anjuran yang paling tepat adalah banyak beristirahat dengan tetap mengupayakan pemberian banyak cairan guna mencegah dehidrasi akibat penguapan yang berlebihan dari dalam akibat suhu tubuh yang tinggi.
PENYAKIT-PENYAKIT YANG MEMICU KERINGAT
Yang sering menjadi pertanyaan, seberapa banyak sih keringat bayi yang bisa ditoleransi? Maklum, membanjirnya keringat sering dikait-kaitkan dengan adanya penyakit tertentu, seperti penyakit jantung. Padahal anggapan ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Jadi jangan khawatir.
Seberapa banyak pun keringat bayi yang keluar sebenarnya normal saja sepanjang bayi tidak terganggu oleh keringatnya. Masih dikatakan wajar bila bayi tidak rewel, selera makannya tetap oke, porsi tidurnya cukup, dan pertumbuhannya tidak terganggu. Kalau baju si kecil sampai “basah kuyup” oleh keringat dan harus diganti berkali-kali juga tidak mengapa. Kurangi lapisan bajunya. Pilih bahan yang menyerap keringat.
Keringat perlu diwaspadai sebagai pertanda gangguan kesehatan jika dibarengi dengan keluhan lain semisal mendadak rewel, tak mau makan/minum/menyusu, susah tidur, lemah, dan sebagainya.
Barangkali, bayi menderita gangguan berikut:
· Alergi
Bayi dengan riwayat alergi umumnya berkeringat lebih banyak karena mereka juga hipersensitif terhadap cuaca panas. Cuaca panas akan memacu kelenjar keringatnya bekerja lebih aktif dan mengeluarkan keringat lebih banyak. Kulitnya pun akan mudah bereaksi yang akhirnya berkembang menjadi biang keringat. Pencegahannya tentu saja dengan menghindari pencetusnya, yaitu cuaca panas di luar rumah. Pakaian yang sesuai baginya terbuat dari bahan-bahan yang mudah menyerap keringat.
· Kistik Fibrosis
Sering juga disebut fibrosis sistik yang merupakan kelainan gen yang dapat menimbulkan infeksi paru-paru berulang dan progresif. Kelainan yang antara lain ditandai dengan keringat berlebih ini sering dikait-kaitkan dengan adanya metabolisme yang terhambat. Berita baiknya, penyakit ini jarang diderita orang-orang Asia, termasuk bayi-bayi di Indonesia.
· Gizi kurang
Anak-anak dengan gizi kurang umumnya juga mengeluarkan keringat secara berlebihan. Mengapa? Tak lain karena asupan makanan yang kurang membuat proses metabolisme dalam tubuhnya berlangsung secara ekstrakeras. Energi yang seharusnya tercukupi dari asupan lemak, kini harus menguras energi yang tersimpan dalam otot. Ibarat mesin, guna memenuhi kecukupan gizi yang dibutuhkan tubuh, mesin terpaksa terus dipacu membakar energi. Akibatnya, panas tubuh meningkat dan muncullah banyak keringat sebagai konsekuensinya.
· Hiperhidrosis
Hiperhidrosis menunjukkan adanya satu bagian tubuh yang terus mengeluarkan keringat dalam keadaan apa pun. Contohnya, telapak tangan yang selalu basah oleh keringat. Hiperhidrosis antara lain disebabkan oleh penyakit-penyakit pada sistem endokrin seperti gondok, diabetes melitus, keganasan pada kelenjar getah bening, kanker pada berbagai organ tubuh, keracunan alkohol, ataupun kelainan-kelainan pada sistem saraf yang menyebabkan saraf simpatik terganggu. Bisa juga karena adanya peningkatan suhu tubuh akibat demam, ketakutan maupun kegelisahan. Namun, hiperhidrosis ini umumnya belum muncul mengingat mengucurnya keringat pada bayi lebih disebabkan oleh cuaca dan proses metabolisme.
KERINGAT BAYI BELUM BERBAU
Keringat bayi umumnya belum berbau mengingat asupan makanannya belumlah selengkap orang dewasa. Begitu juga penggunaan bumbu-bumbu beraroma tajam yang turut membentuk sekresi yang berbau. Akan tetapi jika bayi jarang dimandikan, mungkin saja keringatnya bau. Terutama keringat di daerah-daerah lipatan tubuh yang jarang tersentuh. Gesekan-gesekan pada daerah lipatan yang dipenuhi kotoran dan keringat akhirnya memperbesar terjadinya infeksi pada kulit.
Oleh sebab itu amat disarankan untuk rajin memandikan bayi. Setidaknya 2x sehari atau 3x sehari di saat cuaca sangat panas. Jangan lupa bersihkan daerah-daerah lipatan kulit, yaitu leher, ketiak, belakang lutut, dan selangkangan.
BISA TIMBUL KERINGAT BUNTET
Kulit bayi yang semestinya halus, lembut dan segar dapat terganggu oleh munculnya bintil-bintil kecil berwarna kemerahan disertai rasa gatal yang menyengat kulit. Tak heran, bayi yang mengalaminya akan rewel dan terganggu tidurnya.
Bintil kemerahan ini disebut keringat buntet atau biang keringat (miliaria). Keringat buntet merupakan gangguan pada kulit bayi yang diakibatkan adanya produksi keringat yang berlebihan namun terjadi retensi kelenjar keringat yang keluar. Kelainan ini biasanya terjadi pada daerah kulit yang banyak berkeringat, misalnya dahi, leher, punggung, dan dada.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan keringat keluar berlebihan dan terjadi retensi atau tersumbatnya saluran keringat. Antara lain udara panas dan lembap disertai ventilasi ruangan yang kurang baik, pakaian yang dikenakan terlalu tebal dan ketat, aktivitas yang berlebihan, atau bayi jarang dibersihkan atau dimandikan.
Tersumbatnya saluran keringat juga bisa terjadi pada bayi baru lahir karena pergantian sel-sel kulitnya masih lambat sehingga memungkinkan terjadinya penumpukan sel-sel kulit. Pada akhirnya ini akan mengakibatkan sumbatan pada saluran kelenjar keringat. Meski bukan gangguan yang berbahaya, biang keringat harus cepat ditangani mengingat kondisi ini biasanya akan membuat bayi tidak nyaman dan rewel. Mau tidak mau orangtua harus membawanya berobat guna menghilangkan penyebabnya.
Untungnya, sebagian besar biang keringat tidak memerlukan pengobatan. Hanya butuh ketelatenan untuk memandikan bayi dua kali sehari dan sering-sering membasuh keringatnya.
Atur ventilasi di kamar tidur bayi agar suhunya tidak terlalu panas/pengap atau sebaliknya kelewat lembap. Jika memungkinkan, pasang kipas angin atau pengatur suhu udara (AC). Hindari baju dan selimut yang tebal dan terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat seperti nilon atau wol. Bila tak ada AC atau kipas angin, kenakan saja kaus singlet dan popok agar penguapan panas tubuh lewat keringat dapat berlangsung dengan baik.
Sumber: nakita
Artikel Terkait:


Terima kasih ya…artikelnya sangat membantu dan informatif..;)
Terimakasih. Situs urutan atas yang direkomendasikan Mbak Google. Saya kopas yaa..
sama2
silakan dicopas
terimasih atas infonya
sekarang saya tidak kawatir terhadap anak saya yang sering keringatan waktu tidur.
thanks ya
Anak saya kalo tidur keluar keringat banyak setelah diperiksakan ke dokter katanya terkena gejala bronchitis. Saat dibawa ke dokter ia tengah terserang batuk produktif serta nafasnya terkesan sesak karena dahak. Apa ada hubungannya kondisi diatas dgn hasil diagnosis dokter yg memeriksanya. Thanks.
setau saya anak berkeringat saat tidur itu biasa.
krn saat tidur, metabolisme tubuh anak sangat tinggi utk membangun prtumbuhan dan perkembangannya.
wajar saja jika keringat sbg hasil sisa proses ini pun bnyk.
mungkin sang anak memang batuk. reaksi alami tubuh utk mengeluarkan benda asing seperti dahak. jika dahak blm keluar, kadang memang membuat nafas sesak kan?
namun utk mendiagnosis bronchitis sepertinya tidak sesederhana itu.
ada baiknya mencari opini kedua, ketiga dst dr dokter lain utk mendptkan penanganan yg tepat bagi anak.
semoga membantu
saya mautanya anak saya umur 5 bulan tapi kalau malam kadang keluar kringat yang baunya tidak enak apa keringat itu barbahanya atau tidak .. mohon untuk dikasih penjelasanya ….
terimakasih
sebenarnya wajar saja bayi berkeringat, bahkan di saat malam hari dan dingin. karena metabolisme bayi sangat tinggi. lebih tinggi dr org dewasa mengingat bayi memang sedang aktif dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
dilihat kondisi bayi secara umum saja. jika tumbuh kembangnya normal, maka tidak ada yg perlu dikawatirkan
anak saya berusia 3 bulan dan banyak mengeluarkan keringat,hampir setiap saat berkeringat bahkan setelah dimandikanpun berkeringat,dan itu trjadi tidak saat malam saja,apa itu sutu gejala yang wajar….
@naning: jika kasus ini terjd pada bayi, maka masih wajar kok bu. krn bayi memang metabolismenya lbh tinggi drpd manusia dewasa
wah,,thanks y informasinya sangat membantu
di tnggu artikel2 selanjutnya
Anak saya umurnya 3 bulan tangannya suka basah (lembab terus) dan kakinya suka dingin, itu berbahaya atau tidak
Terima kasih
@desy: kemungkinan besar tidak berbahaya bu. karena itu bagian dr metabolisme tubuh bayi yg sangat tinggi.
utk kaki yg dingin dpt diberi kaos kaki dan segera dilepas jika kaki sdh hangat.
semoga membantu
wah, makasih banyak infonya ya MG, aku link ya:-)
silakan mrs. nuki
Thx for info, saya gk kwatir lg jika deo keringt saat tdr..
Anak saya umur 5 bulan,knapa sering berkeringat di kepala?
@dwi: memang normalnya begitu mom. itu berarti bayi anda sedang aktif melangsungkan metabolisme tubuh utk tumbuh-kembangnya. sehat kok.
sun sayang utk babynya
skrg bayi saya umurnya 4 bln, kakinya sering skali berkeringat.
Apa itu masih aman ??
@mom kasna wati: selama tidak ada keluhan lain seperti demam dll, maka berkeringat banyak sangat wajar bagi bayi krn metabolisme tubuhnya yg sangat tinggi. rajin2 dilap aja ya mom agar tetap nyaman
Anakku sering berkeringat banyak di dahinya.lalu bantalnya slalu basah bila sehabis bangun tidur.meneteknya pun kdng sebentar lepas.sbentar lepas.gejala apa ya bu? Thank’s before..
bu faridah: insya Allah jawabannya sama dgn sebelumnya ya
sun sayang untuk baby-nya
situsnya bagus nih…… sering2 update yah jadi biar tambah bermanfaat
salam dari kami
Alhamdulillah lega terasa hati
thanks ya artikelx,sungguh2 membantu dn sangat edukatif skali. Dtunggu artikel2 brikutxx ya,,biar bunda2 d indonesia makin pintar mrawat bayix dn jg guna membentuk generasi baru yg sehat dn pintar. Bunda pintar generasi yg cerdas tdk susah d gapai.
anak saya saat ini suhu badannya sangat dingin..
kira kira karena faktor apa ya???
@mom devi: bisa banyak hal mom. mungkin karena cuaca, atau terlambat makan? atau ada bagian tubuhnya yg sakit sehingga dia manahan hingga kedinginan? coba perhatikan apakah ada gejala lain. moga bukan sesuatu yg serius ya…
anak saya usiai hampir 3 bulan. selama ini mudah berkeringat seperti padal keadaan2 yang telah dijelaskan sebelumnya. tapi keringat anak saya dingin padahal cuaca sedang panas, terkadang yang berkeringat hanya sebagian tubuhnya saja. misal jika sedang netek pada payudara kanan maka yang akan berkeringat adalah kening, tangan dan kaki kanan. pun sama sebaliknya, jika sedang netek di payudara kiri maka tubuhynya bag.kiri yang akan berkeringat. apa ini masih normal?terima aksih atas jawabannya
@mom epi: selama tidak ada gejala lain, seperti tidak perlu kawatir bu. semoga bayinya sehat selalu
wah enak ada situs ini yahh…
saya mau tanya Bayi saya itu dari umur 1,5 minggu sudah banyak keringatnya sampe sekarang sudah 1 bulan 1 minggu, sampai mempengaruhi bau badannya, apakah normal?
adik saya umur 3 bulan hari ini. dia sering berkeringat siang dan malam. padahal cuaca juga tidak panas, walaupun sudah dikipas masih juga berkeringat dan sering menangis.
sebelumnya sudah diperiksakan ke dokter dan dokter bilang alergi.
adik saya tidak mengkonsumsi ASI. susu yang sekrang dia konsumsi pernah diganti tapi malah lemas, jadi tetap konsumsi susu yang sejak awal diminum.
apa ada hubungan alergi dengan keringatnya atau dengan susu yang dikonsumsi?
@mom elsa: selama tidak ada gejala lain, seperti tidak perlu kawatir
@ratih: menurut dokter alergi apa? alergi susu?
gejala alergi ber-macam2, pencetusnya pun macam2.
sebenarnya tidak mudah utk memutuskan bayi memiliki alergi terhadap sesuatu.
keringat tidak se-mata2 krn suhu/cuaca.
keringat pd bayi lbh disebabkan oleh metabolisme tinggi dlm tubuhnya.
krn bayi kan memang sangat aktif proses tumbuh-kembangnya, jd di udara dingin sangat wajar jika bayi berkeringat
terima kasih ..atas infonya..usia anak sya tgl 5 bulan depan.4 bulan..selalu penuh dengan keringat terutama sekitar dahi..tapi setelah membaca artikel diatas sya tidak merasa khawatir lagi…