UHT VS SUSU FORMULA

0

Ditulis oleh farida | Ditulis di balita, bayi, makanan bayi | Ditulis tanggal 13 Jun 2009

suforIde awal formulasi dari susu bubuk formula bayi adalah membuat pengganti ASI dengan komposisi sedapat mungkin menyerupai ASI, dari susu sapi yang ditujukan untuk bayi-bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI.
Karena bayi di bawah satu tahun belum dapat mencerna secara langsung susu sapi dengan kadar lemak yang cukup tinggi, sehingga bahan dasarnya skimmilk ditambahkan lemak nabati. Skimmilk diperoleh dengan memisahkan lemak susu dari susu murni, dan lemaknya jadi bahan baku butter. Kadar vitamin larut lemak dalam skimmilk rendah sekali, sehingga untuk meningkatkan kadar lemak difortifikasi lagi dengan vitamin-vitamin tambahan.
linolenatDi samping itu proses pengeringan susu bubuk sendiri menurunkan kandungan vitamin yang tidak tahan suhu tinggi, hal ini juga penyebab perlunya penambahan vitamin ke dalam susu bubuk.
Demikian pula tambahan lemak nabati (linolenat-linoleat,DHA,AA) dimasukkan ke dalam susu formula dengan tujuan membuat sedekat mungkin mirip fungsi/daya guna ASI.

Formulasinya sendiri cukup rumit rumus standar hitungannya untuk bisa memperoleh komposisi susu formula seideal mungkin, yang selanjutnya dianalisa metabolisma zat gizinya baik secara in vito maupun in vivo, dan sukarelawan.

Adalah MISCONCEPTION jika dinyatakan bahwa kandungan susu bubuk formula bayi lebih baik dari susu UHT cair. Ini perbandingan yang tidak Apple to Apple. Beda tujuan penggunaan.
Kenapa disarankan bayi/balita di atas 1 tahun susu UHT sudah cukup dan fortifikasi vitamin bisa dengan mengkonsumsi makanan aslinya? Banyak hal:
sayur1.Sumber vitamin dan mineral yang baik adalah makanan alami, karena pada dasarnya pencernaan manusia siap menerima asupan makanan natural. Pencernaan bayi di atas 1 tahun sudah disiapkan untuk mulai mencerna makanan. Tentu saja diberikan bertahap pengenalannya. Bayi perlu mengenal jenis dan rasa secara awal berbagai makanan supaya memorinya tentang jenis dan rasa makanan cukup banyak. Hal ini penting untuk adaptasi selera. Sulit dilakukan adaptasi selera jika sudah terlanjur besar, contohnya banyak anak yang sulit sekali makan sayuran.
2. Penghematan sumberdaya, harga yang harus dibayar untuk susu formula jauh di atas harga susu cair.

pasteurisasiSusu Pasteurisasi adalah yang terbaik, karena diolah dengan panas rendah, tanpa pengawet, hanya saja risiko penyimpanan (masa expired singkat, harus dalam refrigerator), tidak mudah mencapai segala kalangan dan lokasi pengiriman/distribusi terbatas.
Susu UHT juga baik, diolah dengan panas tinggi dengan waktu sangat singkat, tanpa pengawet, lebih tahan simpan, tidak perlu refrigerator selama kemasan belum dibuka dan kemasan tidak berubah bentuk (tidak kembung/bocor).
Kalau dibandingkan dari ketiga proses pengawetan susu dengan thermal/suhu tinggi, yang paling tinggi urutan potensi rusaknya vitamin dalam susu adalah:
1. Pembuatan susu bubuk
2. Pembuatan UHT
3. Pasteurisasi
Sehingga kenapa ada proses fortifikasi vitamin ke dalam susu bubuk untuk meningkatkan potensinya.
Misconception yang sering terjadi, kandungan vitamin dan tambahan asam lemak (linoleat, linolenat,AA, DHA) susu bubuk formula lengkap sekali. Jadi seakan-akan harus minum susu formula meskipun sudah di atas 1 tahun.
Padahal susu bubuk formula banyak vitamin difortifikasi untuk menggantikan banyak vitamin yang hilang dalam proses pengeringan bubuk susunya dan penggunaan campuran skimmilknya menurunkan kandungan asli vitamin larut lemak dalam susu formula.

Sumber: http://keluargasehat.wordpress.com

Artikel Terkait:

Disiplin Saat Makan

Si Kecil Sehat Jika Pencernaannya Kuat

Menyapih dengan Cinta

ASI Perah Tahan Berapa Lama?

Relaktasi

Tulis Komentar