SEKILAS TENTANG ANTIBIOTIK

5

Ditulis oleh farida | Ditulis di balita, bayi, pengobatan, usia sekolah | Ditulis tanggal 25 Aug 2009

antibiotikApa itu Antibiotik?
Antibiotik ditemukan oleh Alexander Flemming pada tahun 1929 dan digunakan untuk membunuh bakteri secara langsung atau melemahkan bakteri sehingga kemudian dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh kita.

Jenis Antibiotik:

  1. Narrow spectrum, berguna untuk membunuh jenis-jenis bakteri secara spesifik. Antibiotik yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin (augmentin, surpas, bactrim, septrim).
  2. Broad spectrum, membunuh semua jenis bakteri di dalam tubuh. Dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi antibiotik jenis ini, karena lebih beracun dan juga membunuh jenis bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh kita. Antibiotik yang termasuk kategori ini adalah cephalosporin (cefspan, cefat, keflex, velosef, duricef, etc.).

Kapan antibiotik tidak bekerja?

  1. thermoColds & Flu
  2. Batuk atau bronchitis
  3. Radang tenggorokan
  4. Infeksi telinga. Tidak semua infeksi telinga membutuhkan antibiotik
  5. Sinusitis. Pada umumnya tidak membutuhkan antibiotik

Penggunaan antibiotik tidak pada tempatnya dan berlebihan tidak akan menguntungkan, bahkan merugikan dan membahayakan.

Kapan kita butuh antibiotik?
Di bawah merupakan beberapa jenis infeksi bakteri yang umumnya terjadi dan membutuhkan terapi antibiotik:

  1. Infeksi saluran kemih
  2. Sebagian infeksi telinga tengah atau biasa disebut otitis media
  3. Sinusitis yang berat (berlangsung lebih dari seminggu, sakit kepala, pembengkakan di daerah wajah)
  4. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih sedangkan pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini)

Efek Negatif Antibiotik
Di bawah adalah efek samping yang dialami pemakai apabila mengkonsumsi antibiotik;

  1. diareGangguan saluran cerna (diare, mual, muntah, mulas) merupakan efek samping yang paling sering terjadi.
  2. Reaksi alergi. Mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir/kelopak mata, gangguan nafas, dll.
  3. Demam (drug fever). Antibiotik yang dapat menimbulkan demam bactrim, septrim, sefalsporoin & eritromisin.
  4. Gangguan darah. Beberapa antibiotik dapat mengganggu sumsum tulang, salah satunya kloramfenikol.
  5. Kelainan hati. Antibiotik yang paling sering menimbulkan efek ini adalah obat TBC seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid).
  6. Gangguan fungsi ginjal. Golongan antibiotik yang bisa menimbulkan efek ini adalah aminoglycoside (garamycine, gentamycin intravena), Imipenem/Meropenem dan golongan Ciprofloxacin. Bagi penderita penyakit ginjal, harus hati-hati mengkonsumsi antibiotik.

Pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya dan berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term), yaitu terhadap kita dan lingkungan sekitar, contohnya:

  1. Penggunaan yang tidak rasional ini juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada di dalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur. Kondisi ini disebut juga sebagai SUPERINFECTION.
  2. Pemberian antibiotik yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resistan terhadap antibiotik, biasa disebut SUPERBUGS. Jadi jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan antibiotik yang ringan, karena bakteri tersebut bermutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis antibiotik yang lebih kuat.

Bayangkan apabila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar. Lama kelamaan, apabila pemakaian antibiotik yang tidak rasional ini terus berlanjut, maka suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis antibiotik yang dapat membunuh bakteri yang terus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kita kembali ke zaman sebelum antibiotik ditemukan, dimana infeksi yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik.

Note: Semakin sering mengkonsumsi AB, semakin sering kita sakit.

Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat
Berjuta-juta resep ditulis yang mencantumkan antibiotik untuk infeksi virus, padahal kita semua tahu antibiotik tidak berguna untuk memerangi virus. Ada 3 alasan mengapa penggunaan antibiotik yang tidak tepat ini terjadi, yaitu:

  1. diagnosisDiagnosis tidak pasti.
  2. Keterbatasan waktu.
  3. Permintaan pasien. Orangtua tidak mau repot menjaga anak sakit sepanjang malam dan bersedia mencoba cara apapun. Memang lebih mudah bagi dokter untuk memberi antibiotik daripada menjelaskan mengapa lebih baik tidka menggunakannya.

Benar, seringkali kita pun sebagai pasien juga berperan di dalam penggunaan antibiotik yang tidak tepat ini. Sudah terbentuk persepsi di dalam pasien Indonesia, dimana kita beranggapan bahwa kalau pulang dari kunjungan dokter itu harus membawa resep. Hal ini justru mendorong dokter untuk meresepkan antibiotik ketika tidak diperlukan. Sebaiknya sikap ini sedikit demi sedikit kita hilangkan.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  1. Rubah sikap kita ketika berkunjung ke dokter dengan menanyakan apa penyebab penyakitnya, bukan apa obatnya.
  2. Jangan sedikit-sedikit minta dokter untuk meresepkan antibiotik. Jangan mengkonsumsi antibiotik untuk infeksi virus seperti flu/pilek, batuk atau radang tenggorokan. Kalau merasa tidak nyaman akibat infeksi tersebut. tanyakan dokter bagaimana cara meringankan gejalanya, tetapi tidak dengan antibiotik.
  3. Tidak mempergunakan desinfektan di rumah, cukup dengan air dan sabun. Hanya diperlukan bila di rumah ada orang sakit dengan daya tahan tubuh rendah (pasca transplantasi, anak penyakit kronis, pemakaian steroid jangka panjang, dll.).

Melawan Resistansi Antibiotik
Masalah bakteri yang kebal terhadap antibiotik ini telah menjadi masalah global dan sudah sejak beberapa dekade terakhir dunia kedokteran mencanangkan perang terhadap resistansi antibiotik ini.
Ada petunjuk yang dapat dilakukan untuk perihal pemakaian antibiotik yang rasional, yaitu:

  1. virus1Kurangi pemakaian entibiotik, jangan menggunakan antibiotik untuk infeksi virus.
  2. Gunakan antibiotik hanya bila benar-benar diperlukan dan mulailah dengan antibiotik yang ringan atau narrow spectrum.
  3. Untuk infeksi yang ringan (infeksi saluran nafas, telinga atau sinus) yang memang perlu antibiotik, gunakan antibiotik yang bekerja terhadap bakteri gram (+).
  4. Untuk infeksi kuman yang berat (infeksi di bawah diafrgma, seperti infeksi ginjal/saluran kemih, apendisitis, tifus, prneumonia, meningitis bakteri) pilih antibiotik yang juga membunuh kuman gram (+).
  5. Hindari pemakaian lebih dari satu antibiotik, kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.
  6. Hindarkan pemakaian salep antibiotik, kecuali untuk infeksi mata.

Bila anda memperoleh terapi antibiotik, pertanyakanlah hal-hal berikut:

  1. Mengapa saya butuh antibiotik?
  2. Apa yang dilakukan antibiotik?
  3. Apa efek sampingnya?
  4. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping?
  5. Apakah AB harus diminum pada waktu tertentu, misalnya sebelum atau sesudah makan?
  6. Bagaimana bila antibiotik ini dimakan bersamaan dengan obat yang lain?
  7. Beritahu pula bila anda mempunyai alergi terhadap suatu obat atau makanan, dll.

Pesan Akhir
Sebagai konsumen kesehatan yang bertanggung jawab, sebaiknya kita juga berperan aktif dengan cara menggali dan mempelajari pengetahuan dasar ilmu kesehatan. Dengan begitu kita akan menjadi konsumen kesehatan yang cerdas dan kritis.

Sumber: milis-sehat

Artikel Terkait:

Mengenal Bakteri dan Virus

Obat yang Tak Boleh untuk Bayi

Isi Kotak Obat Anak

Trik Memberikan Obat pada Anak

Muntah yang Perlu Diwaspadai

Jumlah Komentar (5)

Seringnya kita agak segan nanya2 ke dokter, sukanya dokter tuh cepet selesai meriksa pasien, jadi ditanya apa sakitnya, diperiksa, ditulisin resep, langsung suruh pulang. susah banget nyari dokter yang mau ditanya-tanyain ma pasiennya. Kalau ada pasien bertanya dijawabnya asal-asalan, bahkan saya pernah mendapat jawaban seperti ini oleh dokter : “Ga perlu lah saya kasih tahu nama penyakitnya toh ibu tidak akan mengerti” (padahal kalo dikasih tahu penyakitnya at least saya bisa googling kan…)
Selain pasien yang merubah kebiasaan seperti yang ada diatas, dokter harusnya juga kudu merubah kebiasaan2 asal pasiennya cepat pergi.

hehehe..iya bu rima benar.
akan lbh mudah kalau kita mulai dr diri sendiri dulu ya..
dgn kita yg berinisiatif lbh peduli, semoga dpt mempengaruhi dokter utk lbh telaten jg menangani pasien :)

Ion PERAK
Berbagai Penyakit bisa disembuhkan ION PERAK, seperti Acne, rosacea, Anthrax, bacilli, arthritis, infeksi jamur kronis, keracunan darah, infeksi kandung kemih, yg berhubungan dgn penyakit pes plague, darah parasit (prematur dapat menyebabkan rambut abu-abu), kanker, Candida yeast infeksi, (sering pelopor dari sel-sel kanker), kedinginan, kolera , kelelahan kronis, radang usus besar, conjunctivitis, cystitis, infeksi kulit, kencing manis, difteri, eksim, fibrositis, radang perut, gonorea, hepatitis, virus herpes, demam hay, impetigo, influenza, keratitis, lepra, leukemia, lupus, penyakit Lyme, lymphagitis, malaria , meningitis, neurasthenia, ophthalmia, radang paru-paru, birsam “psorias, pymphagatis, rematik, rhinitis, kadas, demam berdarah, darah, sinanaga, kanker kulit, infeksi Staph, stomach flu, strep, sipilis, radang amandel, toxemia, parit kaki, trakom, tuberculosis, whooping cough.
Kesimpulan yang kami dapatkan program ini memberikan peluang bisnis luar biasa dan sangat-sangat besar sekali. Dengan atau Tanpa anda sekalipun, hampir tiap apotik maupun toko-toko obat akan memajang produk ini karena memiliki Fungsi yang sangat luas (Multi fungsi) sama halnya jika anda memiliki Perusahaan Farmasi yang memproduksi Ratusan macam Antibiotik dan berbagai macam Produk Obat generik, Vaksinasi, perawatan tubuh dsb… yang memiliki Ion Perak

FUNGSI ION PERAK
ION PERAK yang aman bagi wanita hamil, perawatan dan kesembuhan terhadap penyakit , bahkan janin dalam pertumbuhan dan kesehatan.
ION PERAK tanpa bau, tawar, tidak pedas, tidak berbahaya untuk mata, tidak ada radikal bebas, tidak berbahaya untuk manusia dan tidak memiliki reaksi dengan obat lainnya. Ion perak meningkatkan pencernaan, bantuan dalam regenerasi sel yang rusak dan sel-sel, membantu mencegah demam , flu dan penyakit yang disebabkan organisme baik bakteri , jamur, parasit dan virus. Penggunaan ion perak tidak membahayakan bakteri baik didalam pencernaan. Oleh karena itu, tidak menimbulkan mual atau tumbuhnya jamur yang biasanya pertumbuhan terlihat pada antibiotik farmasi.
Fungsi utama ION PERAK:
1. Untuk menghancurkan infeksi.
2. Untuk Mengaktifkan sel yang rusak dan menjadikan sel meregenerasi sel baru.
3. Tidak mengandung radikal bebas, aman untuk enzim tubuh manusia dan tidak ada efek samping yang negatif jika digunakan bersamaan dengan obat, jamu, atau suplemen lainnya.
4. Membantu memperbaiki pencernaan, regenerasi sel dan jaringan yang rusak, mencegah pilek dan flu, alergi dan berbagai penyakit yang disebabkan berbagai jenis bakteri, kuman dan infeksi virus.
5. Non-Toxic, tidak berbahaya terhadap ginjal, hati, mata, dan organ tubuh lainnya.
6. Mmeningkatkan sistim kekebalan tubuh.

DICARI STOCKIST ION PERAK DI SELURUH INDONESIA
Dicari Stockist ION PERAK diseluruh tanah air, peluang ini sangat bagus karena masih sangat sedikit jumlah stockist di tanah air

Adapun syarat dari stockist Ion Perak adalah :
1. Kota kecil 1 stockist.
2. Gratis ongkos kirim.
3. Modal awal Rp. 11,5 Juta.
4. Mendapatkan barang senilai 20 juta termasuk form member, barang 200 paket, plus brosur.
5. Fee stockist Rp. 2000 per paket.

Silahkan segera ambil peluang ini! Siapa cepat akan dapat!

Untuk mendaftar sebagai stokist, silahkan contact melalui sms ke: 08159927152 atau bisa pesan tertulis melalui e-Mail: omyosa@gmail.com

apa anak usia 5 bln sdh boleh konsumsi AB? karena wkt anak sy sakit dengan bidan dikasi puyer AB dan syruppenurun panas dan flu.

sebenarnya antibiotik bisa diberikan asalkan dgn cara yg bijak mom..
jd diberikan krn memang dibutuhkan, tidak sedikit2 AB :)

Tulis Komentar