Ditulis oleh farida | Ditulis di ibu hamil, kebersihan | Ditulis tanggal 13 Oct 2009
Toksoplasma adalah parasit, jadi bukan kuman atau bakteri dan bukan virus. Parasit yang tergolong protozoa. Nama lengkapnya adalah Toksoplasma gondii. Toksoplasma ini dapat hidup (menyerang) pada hampir semua hewan dan manusia.
Induk semang utamanya adalah kucing. Sehingga seringkali kucing yang dijadikan kambing hitam oleh dokter bila seseorang menderita toksoplasmosis. Di dalam tubuh kucing toksoplasma dapat berkembang dengan jalan perkawinan dan tanpa perkawinan. Melalui perkawinan, toksoplasma di dalam tubuh kucing pada akhirnya akan menghasilkan ookista atau telur yang sangat kecil. Hanya kucing yang dapat mengeluarkan ookista toksoplasma. Ookista inilah yang menjadi sumber penyebaran toksoplasma pada individu lain (kucing, anjing, sapi, kambing, domba, termasuk manusia).
Tapi untuk dapat menyerang dengan baik, ookista membutuhkan persyaratan khusus. Ookista harus mengalami sporulasi. Tanpa menjalani proses tersebut meskipun individu tersebut menelan banyak sekali ooksita tidak akan terjadi apa-apa di dalam tubuhnya. Jadi ookista harus mengalami sporulasi agar menjadi infektif. Sporulasi terjadi bila kondisi mendukung, media yang lembab, terdapat oksigen dan tidak terkena/terpapar sinar matahari.
Ookista yang sudah mengalami sporulasi di dalamnya mengandung 4 tachizoid. Ookista yang sudah mengalami sporulasi dan tidak masuk ke individu lain akan mati dalam 3 hari. Bila ooksita infektif tadi tertelan, maka di dalam tubuh kulitnya telurnya terbuka dan takizoidnya akan menyebar dan melakukan infeksi.
Selain melalui ookista, individu dapat terserang toksoplasma melalui bradizoid. Bradizoid adalah bentuk toksoplasma yang berada di jaringan. Kucing dapat terserang toksoplasma bila memakan tikus yang menderita toksoplasma, manusia dapat terserang toksoplasma bila memakan daging yang mengandung toksoplasma (bradizoid). Beberapa penelitian menduga bahwa ayam juga dapat menderita toksoplasma, yang memakan bahan-bahan yang tercemar ookista infektif.
Banyak sekali jalur penyebaran toksoplasma. Sehingga mestinya kita tidak sangat gampang menyalahkan kucing yang menjadi penyebab seseorang menderita toksoplasma.
Secara normatif toksoplasmosis memang sangat berbahaya karena seringkali dihubungkan dengan kecacatan pada bayi. Memang toksoplasma suka menyerang jaringan-jaringan yang baru atau sedang berkembang. Itu sebabnya bila menyerang pada ibu muda yang baru hamil, toksoplasma memilih menyerang bagian reproduksi yang sedang berkembang.
Pada tingkat kehamilan awal seringkali menyebabkan keguguran karena kerusakan sel-sel calon jaringan atau organ rusak berat, namun pada kehamilan lanjut toksoplasma hanya dapat merusak bagian-bagian tertentu dari janin sehingga menimbulkan kecacatan.
Mencegah lebih baik dari pada mengobati, demikian kata pepatah. Mencegah agar tidak terserang toksoplasma sangat gampang, jalanilah hidup sehat dan bersih. Cuci tangan sebelum makan dan masaklah makanan dengan baik. Bagi yang senang berkebun gunakan sarung tangan atau kalau tidak jangan sekali-sekali memegang daerah wajah (meskipun secara tidak sengaja) agar ooksita infektif tidak punya kemungkinan untuk masuk melalui mulut kita. Makanlah makanan yang sudah dimasak dengan baik. Dengan memasak makanan dengan baik, akan membunuh toksoplasma yang mungkin berada di bahan makanan kita (daging, telor, dan lain-lain). Bagi yang suka sayur lalap, cuci sayuran dengan baik dan betul-betul bersih. Sebaiknya juga tidak memakan telur mentah (bagi yang suka minum jamu), kalo suka sate minta dipanggang dengan baik dan betul-betul matang (tidak setengah matang).
Mudah-mudahan dengan cara hidup sehat dan budaya bersih dapat menghindarkan seseorang menderita toksoplasmosis. Jangan mudah menyalahkan kucing-kucing yang tidak berdosa, mungkin kita sendiri yang tidak menjalankan hidup sehat dan bersih.
Sumber: http://triakoso.blog.unair.ac.id
Artikel Terkait:

