UNTUK SI MANJA

0

Ditulis oleh farida | Ditulis di balita, usia sekolah | Ditulis tanggal 25 Oct 2009

bumerangBiasanya, anak cengeng juga tidak terlalu jauh dari sifat manja. Tanpa sadar, atas nama cinta, orangtua memanjakan anaknya melebihi dari yang seharusnya. Jika tidak berhati-hati, ekspresi dari cinta ini justru dapat menjadi bumerang.

Cinta yang berlebihan dapat membuat anak  menjadi manja, tergantung (overdependent), tidak matang perkembangan kepribadiannya dan akhirnya berpengaruh pada kemampuan anak bersosialisasi atau berhubungan dengan orang lain.

empati1Semua balita pada dasarnya egosentris, mempunyai pandangan yang berpusat hanya pada dirinya sendiri. Dengan bertambahnya usia dan pengalaman, anak mulai belajar meluaskan egonya dengan berpikir dan merasakan dari sudut pandang orang lain. Sehingga biasanya anak usia 5, 6 hingga 9 tahun mulai mengurang sifat egosentrisnya dan memahami bahwa orang lain juga mempunyai kebutuhan. Mereka juga mulai mengerti bahwa tidak semua tindakannya dapat diterima orang lain. Anak-anak seusia ini juga mulai dapat ikut merasakan perasaan sedih atau sakit yang dirasakan orang lain.

temanBerlebihan dalam memanjakan anak akan membuatnya tidak biasa “bersentuhan” dengan masalah sehari-hari, sehingga dapat menghambat perkembangan kepribadian mereka. Sikap orangtua yang serba boleh dan selalu memenuhi keinginan anak (hingga pada hal-hal yang tak perlu), dapat membutakan anak pada kebutuhan orang lain. Anak jadi egois dan tidak matang. Jika dibiarkan, lama-kelamaan hal ini dapat menghambat proses sosialisasinya.

TIPS

Sebelum anak terlanjur menjadi egois, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:

stopHilangkan kebiasaan yang memanjakannya

Misalnya memberikan apa saja pada anak, termasuk yang tidak atau kurang dibutuhkannya. Juga jangan melakukan apa saja untuk anak yang sebenarnya dapat dilakukannya sendiri.

Asah kepekaan anak pada lingkungan

Sering-seringlah menunjukkan perilaku peduli pada lingkungan atau “berbagi” dengan orang-orang di sekeliling Anda, karena anak membutuhkan contoh perilaku yang konkret dari orangtua.

tanamBeri tanggung jawab secara bertahap

Misalnya, beri anak tanggung jawab untuk ikut menjaga adik, mengurusi binatang peliharaan atau tanaman. Ekspresi senang yang diperlihatkan adik atau hewan yang telah diurusnya akan membuat anak gembira sehingga dapat ikut menambah kepekaannya terhadap kebutuhan orang atau makhluk hidup yang lain.

tanyaBersikap tegas

Jika anak menuntut hal-hal yang tidak masuk akal, katakan dengan tegas bahwa Anda tidak dapat memenuhi permintaannya. Tentunya hal ini harus disertai alasan yang tepat dan masuk akal. Jangan mudah luluh oleh rengekannya, dan bersikaplah konsisten terhadap aturan yang telah Anda terapkan.

Beri anak kesempatan bergaul

Beri keleluasaan pada anak untuk lebih akrab dan bergaul dengan teman-teman sebayanya. Bisa dengan anak tetangga maupun berkunjung ke teman atau saudara yang juga punya anak yang seusia dengan anak kita. Tapi, jangan lupa untuk tetap mengawasinya, dan sebisa mungkin pilihkan teman atau lingkungan pergaulan yang baik bagi mereka.

Berikan pujian

Tunjukkan penghargaan atas apa yang telah dilakukannya. Sekedar senyum dan memujinya bisa sangat berkesan dan memotivasi untuk bisa berbuat lebih baik lagi.

Sumber: IUAPARENTING

Artikel Terkait:

Menyikapi Si Cengeng

Mengasah Jiwa Kepemimpinan Si Kecil

Mengurangi Bentakan pada Anak

Menumbuhkan Empati Anak

Merawat Tanaman Cerdaskan Anak

Tulis Komentar