Ditulis oleh farida | Ditulis di balita, makanan bayi, pengobatan | Ditulis tanggal 02 Jun 2010
Seorang anak dikatakan memiliki masalah susah BAB jika memiliki satu atau lebih dari gejala berikut, yaitu:
Anak melakukan BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu.- Feses yang dikeluarkan si kecil sangat keras, kering dan besarnya tidak seperti biasa.
- Anak harus mengejan dengan keras saat BAB, karena kotorannya sulit untuk dikeluarkan.
- Beberapa anak biasanya diikuti dengan sakit perut dan menjadi lebih rewel.
Sulitnya si kecil BAB kemungkinan terjadi akibat ia kurang mengonsumsi air, susu atau cairan lainnya. Selain itu bisa juga disebabkan anak tidak mengonsumsi makanan yang sehat, terutama yang mengandung serat cukup. Serta akibat anak sering mengabaikan keinginan untuk BAB karena tidak ingin acara bermainnya terganggu atau merasa takut dan malu dengan gurunya saat di sekolah.
Untuk mengatasi susahnya BAB, terkadang orangtua harus mengetahui makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan makanan yang sebaiknya dihindari, yaitu:
Makanan yang sebaiknya dikonsumsi
Mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung serat, baik dalam bentuk potongan atau dibuat jus, seperti apel, pir, brokoli atau bayam.- Mengonsumsi kacang-kacangan seperti kacang polong, buncis atau lobak.
- Mengonsumsi tomat dan jagung.
- Mengonsumsi roti dari gandum atau terigu.
- Mengonsumsi sereal atau cracker, terutama yang mengandung sayuran.
Makanan yang sebaiknya dihindari
Menghindari susu sapi, karenanya banyak anak yang mengalami susah BAB saat berpindah dari ASI ke susu sapi.- Menghindari makanan atau minuman yang berbahan dasar susu, seperti yoghurt, keju atau es krim.
- Menghindari konsumsi buah pisang.
- Menghindari konsumsi wortel.
- Menghndari makanan yang mengandung lemak dan kadar gula tinggi.
Untuk mencegah susah BAB pada anak, orangtua sebaiknya memberikan pelatihan agar BAB anak teratur. Orangtua bisa mengajarkan anak pergi ke kamar mandi ketika ia pertama kali merasakan keinginan untuk BAB.
Selain itu bantulah anak untuk membentuk kebiasaan BAB yang teratur dengan meminta anak duduk di toilet setidaknya 10 menit setiap harinya di waktu yang sama, usahakan setelah anak makan.
Susah BAB biasanya adalah hal yang umum terjadi pada anak-anak dan bisa hilang dengan sendirinya. Tapi pada beberapa kondisi tertentu si kecil sebaiknya perlu dibawa ke dokter, jika disertai dengan muntah-muntah, feses yang berdarah, anak merasakan sakit perut yang hebat setiap kali ingin BAB dan kondisi ini sudah berlangsung lebih dari 3 hari.
Sumber: familydoctor.org
Artikel Terkait:
Kenali Warna dan Bentuk Feses Bayi


ni dia… bayiku usia 3 bln 1 minggu cm 1 kali BAB, tp bab-nya msh normal sih (ga keras). dulu wkt usia 2 bln babnya cair kaya air. Makanya bab-nya yg skrg aq ga trlalu khwtr, krn kupikir;bab-nya dikumpulin dulu. Ga ada masalah sih seperti rewel dll. Kalo gitu msh normal kan ya mb?
masih ASI/susu aja kan ya mom? kyknya ga ada yg perlu dikawatirkan.
sun sayang utk baby-nya
owww.. susu juga gak boleh yah?????
baru tau,.. >.<
baru tahu kalo susu gx boleh.
kenapa gx boleh makan wortel yah??
baru tau kalo susu ga boleh ya kl anak susah bab pdhal kl pas anak saya diare sama dokter susunya disuruh diencerin….
menghindari susu saat diare/susah BAB disebabkan biasanya protein susulah yg menyebabkan gangguan pencernaan. apalagi penduduk Indonesia ini 90% intoleran terhadap susu sapi.
wortel disarankan utk dihindari dulu saat susah BAB karena kadar seratnya yg sangat tinggi, yg justru menghambat proses pencernaan.
tentunya utk memastikan penyebab susah BAB butuh observasi terus ya.
menghindari makanan2 yg biasanya memicu susah BAB adalah langkah untuk segera mengetahui penyebabnya.
semoga membantu